Jumat, 5 Juni 2026

Langkah Ambisius DPP CAS: Paiman Rahardjo Didorong untuk Jabat Menteri Desa oleh Presiden Jokowi

Photo Author
Ade Nawacita, Nawacita Post
- Jumat, 23 Februari 2024 | 17:10 WIB
Paiman Rahardjo (Foto: dok)
Paiman Rahardjo (Foto: dok)

NAWACITAPOST.COM - Berbekal totalitas seorang Paiman Rahardjo dalam mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Desa saat ini, plus kredibilitas berbingkai akseptabilitas yang terkemas apik melalui sisi intelektualitasnya, tidak berlebihanlah kiranya jika Presiden Jokowi dijelang akhir periodenya ini, menempatkan sosok pria kelahiran Klaten 17 Juni 1967 itu, sebagai Menteri Desa.

Demikian ungkap Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis (DPP CAS) Maulana Maududi, Jum'at (23-02-2024) di Jakarta.

Lebih lanjut Ketum DPP CAS itu mengatakan, sebagaimana kita ketahui bahwa Presiden Jokowi pada reshuffle kabinet Indonesia Maju pada Senin, 17 Juli 2023, Paiman Raharjo dilantik menjadi wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT).

Baca Juga: Thok! Erwin Gunawan Hutapea Resmi Jabat Kepala KPw BI Jatim

Paiman Raharjo menggantikan posisi Budi Arie Setiadi, yang kini ditunjuk Kepala Negara menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).

"Sebelum masuk ke jajaran pemerintahan, Paiman bukanlah sosok politikus yang aktif, melainkan sosok yang lebih sering bergelut di bidang akademisi. Bahkan, ia menduduki jabatan sebagai rektor di salah satu universitas kenamaan di Jakarta", ujar Maulana Maududi.

Maulana Maududi pun menjelaskan, Paiman merupakan rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Situs Universitas Moestopo menyebutkan, Paiman resmi dilantik sebagai Rektor pada Mei 2022. Ia menjabat sebagai rektor Universitas Moestopo untuk periode 2022-2027.

Baca Juga: PJ Gubernur Al Muktabar Dorong dan Perkuat Ekspansi Usaha Bank Banten

"Sebelum diangkat menjadi rektor, Paiman juga pernah menduduki posisi penting lainnya di Universitas Moestopo. Beberapa jabatan yang pernah ia raih diantaranya kepala sub bagian (kasubag), wakil dekan, dan direktur di universitas tersebut," terang Maulana Maududi yang juga dikenal aktif bergelut di kancah Majelis Nasional Korps Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) tersebut.

Dari berbagai sumber yang diketahui menurut Maulana Maududi, jauh sebelum sukses sebagai akademisi dan kini duduk di pemerintahan, Paiman ternyata bukanlah sosok yang berkecukupan. Ia lahir dari keluarga yang tidak mampu dengan delapan bersaudara.

Hal ini disampaikan dalam buku autobiografinya berjudul "Tukang Sapu jadi Profesor" yang diterbitkan pada tahun 2000. Di dalam buku itu ia menceritakan karena miskin, Paiman mengaku kesulitan untuk mengenyam bangku pendidikan.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis (DPP CAS) Maulana Maududi (Foto: dok)

Baca Juga: Menggali Makna Mendalam Melalui Manasik Haji Santri Raudhatul Athfal Se-Kabupaten Siak

Hingga akhirnya pada 1984, tepatnya setelah lulus SMP, Paiman memilih untuk merantau ke Jakarta. Pekerjaan pertamanya di Jakarta adalah sebagai tukang sapu di salah satu sekolah swasta.

Halaman:

Editor: Ade Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini