Kamis, 4 Juni 2026

Kemenko Marves Sampaikan Peran Satgas TEN untuk Sukseskan Transisi Energi yang Berpihak pada Masyarakat

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Rabu, 21 Februari 2024 | 15:22 WIB
Deputi Transportasi dan Infrastruktur Kemenko Marves, Rachmat Kaimuddin.  (Dok. Kemenko Marves )
Deputi Transportasi dan Infrastruktur Kemenko Marves, Rachmat Kaimuddin. (Dok. Kemenko Marves )

NAWACITAPOST.COM - Pasca menghadiri Intenational Energy Agency (IEA) Ministerial Meeting 2024 di Prancis pada 13-14 Februari, Deputi Transportasi dan Infrastruktur Kemenko Marves dan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Transisi Energi Nasional (TEN) Rachmat Kaimuddin kembali menyampaikan konsistensi Indonesia mendorong transisi energi yang bertujuan memitigasi perubahan iklim, memperkuat ketahanan energi serta menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam pertemuan bersama media nasional dan asing, Deputi Rachmat Kaimuddin menyampaikan beberapa poin pembelajaran dari pertemuan IEA Ministerial Meeting 2024. Di antaranya adalah tingginya ketergantungan sumber energi Indonesia terhadap impor refined oil dan LPG.

“Ketergantungan Indonesia terhadap refined oil dan LPG dipengaruhi oleh tingginya kebutuhan energi konsumer dari sektor industri dan transportasi. Selain itu, mayoritas energi listrik juga berasal dari fosil,” jelas Deputi Rachmat.

Baca Juga: Akselerasi Pengembangan Pariwisata Nasional, Kemenko Marves Gelar Rakornas 5 DPSP

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Deputi Rachmat menyampaikan bahwa Satgas TEN saat ini tengah menyusun strategi dan rencana implementasi menyeluruh untuk program-program transisi energi nasional di empat sektor utama, yaitu pembangkitan listrik, transportasi, industri dan bangunan.

Deputi Rachmat menyampaikan bahwa strategi transisi energi akan mendorong pemanfaatan empat pilar teknologi yang diterapkan lintas sektor. Di antaranya efisiensi energi, elektrifikasi industri, pemanfaatan alternatif energi rendah karbon dan penyerapan karbon bagi bangunan jelas Rachmat.

“Sebagai contoh, pemanfaatan sumber energi rendah karbon di sektor pembangkitan listrik akan melihat potensi pemanfaatan sumber energi terbarukan seperti surya, panas bumi dan lainnya. Sementara untuk transportasi, kita ingin mengoptimalkan bahan bakar nabati atau biofuel, dan untuk bangunan kita dorong panel surya atap,” tutup Deputi Rachmat.

Baca Juga: Kemenko Marves Sukses Gelar Rakor Lanjutan KTT AIS Forum 2023

Pada akhirnya pendekatan lintas sektor dan lintas strategi menjadi kunci pencapaian transisi energi yang berpihak pada Indonesia dalam memitigasi perubahan iklim, tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi dan ketahanan energi nasional.

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini