Kamis, 4 Juni 2026

Ribuan Massa Tolak Pemilu 2024 Bakal Gelar Aksi di Bawaslu, Hari Ini!

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Senin, 19 Februari 2024 | 10:36 WIB
Kantor  Bawaslu RI (Bawaslu)
Kantor Bawaslu RI (Bawaslu)

NAWACITAPOST.COM - Aksi massa bertajuk 'Gerakan Keadilan Rakyat Tolak Pemilu 2024' direncanakan akan digelar di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), hari ini (19/2/2024). Massa akan melakukan longmarch dari Patung Kuda, Jakarta Pusat, menuju Kantor Bawaslu untuk menyampaikan tuntutannya terkait Pemilu 2024.

Dalam aksi tersebut, massa akan menyampaikan empat tuntutan kepada Bawaslu. Pertama, massa meminta Bawaslu untuk memberikan data valid kepada perwakilan Gerakan Keadilan Rakyat terkait sengketa pemilu.

Kedua, meminta perwakilan Bawaslu untuk menyatakan bahwa telah terjadi kecurangan pada Pemilu 2024. Ketiga, mendesak Bawaslu untuk menjelaskan secara langsung hasil pemilu yang tidak berjalan baik kepada publik. Keempat, meminta ketua Bawaslu untuk mundur dan diganti karena buruknya kinerja serta dugaan menerima intervensi penguasa.

Baca Juga: Surga Kuliner! Ini 5 Hidangan Khas Cirebon yang Menggugah Selera dan Wajib Kamu Cicipi

Diperkirakan sebanyak 1.000 massa akan turut terlibat dalam aksi tersebut. Sementara itu, sebanyak 1.978 personel polisi telah disiagakan untuk mengamankan unjuk rasa tersebut. Meskipun demikian, polisi belum menyiapkan rekayasa lalu lintas secara khusus untuk mengantisipasi long march massa.

"Ada 1.978 personel yang disiapkan untuk melayani dan mengamankan apabila ada aksi," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro, Senin (19/2/2024).

Kelompok relawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD juga akan melakukan demonstrasi di kawasan Patung Kuda dan Bawaslu pada hari yang sama. Demonstrasi ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan deklarasi 'Petisi Brawijaya' yang menolak hasil Pilpres 2024 dan meminta agar pemilu dilaksanakan ulang.

Baca Juga: Dari Aldi Taher hingga Andika Kangen Band, Ini Perolehan Suara Sementara 7 Caleg Artis DPR RI di Pemilu 2024

Dalam deklarasi 'Petisi Brawijaya', relawan Ganjar-Mahfud menilai bahwa Pilpres 2024 dilakukan dengan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif. Mereka meminta agar hasil pilpres pada 14 Februari 2024 ditolak dan meminta pergantian komisioner KPU dan Bawaslu yang ada.

Ketua Umum Kombas GP Burhan Saidi, menyebut bahwa tidak perlu mendaftar untuk ikut serta dalam aksi tersebut, semua organ relawan dipersilakan turun dan membawa pasukan mereka. "Jadi semua organ relawan silakan turun," kata dia.

Sementara itu, Ketua Umum Projo Ganjar, Haposan Situmorang, menyebut kecurangan dalam Pilpres 2024 diduga dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif, serta menguntungkan salah satu pasangan tertentu. Aksi ini juga diharapkan dapat membawa perubahan dalam komisioner KPU dan Bawaslu serta melaksanakan pemilu ulang secara jujur dan adil.

 

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini