"Bagi yang merasa punya nilai dan melihat ini sedang berjalan di jalan atau rel yang keliru. Dia berbicara, mengingatkan. Dan, peringatan ini, mustinya didengarkan atau kita sedang mempertaruhkan demokrasi kita,” tutur Ganjar.
Dalam kesempatan yang sama, Ganjar menjawab pertanyaan Abraham Samad mengenai pernyataan penutupnya pada debat capres terakhir yang diselenggarakan oleh KPU. Ganjar mengutip pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam debat capres 2019, yang menekankan pentingnya untuk tidak memilih pemimpin yang memiliki rekam jejak pelanggaran HAM, tindakan otoriter, kekerasan, atau korupsi.
Baca Juga: Sederet Destinasi Wisata Malam Probolinggo Terpopuler, Kamu Sudah Kesini Belum?
"Saya sebenarnya mengutip saja. Maksud saya, gini Pak Abraham, agar kita tidak pendek ingatan. Kita jangan mudah lupa. Jangan amnesia dan ada fakta, ada jejak digital,” jelasnya
Ganjar juga menekankan pentingnya kesesuaian antara pikiran, perkataan, dan perbuatan, merujuk pada salah satu filosofi Jawa yang menyatakan bahwa seseorang seharusnya berbuat sesuai dengan perkataan dan pikirannya.
"Bahasa orang tua kampung kami, ya jangan sore esok dele, sore tempe malamnya apa Pak? Tempe bosok. Jangan sampai begitu," ujarnya," tutup Ganjar.
Baca Juga: Ahok Ungkap Usulan Terkait Ibu Kota Negara: Kalimantan Tengah Lebih Ideal
Ganjar menegaskan bahwa memilih pemimpin yang sesuai dengan nilai-nilai demokrasi adalah kunci untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.