Minggu, 19 Juli 2026

Ahok Ungkap Usulan Terkait Ibu Kota Negara: Kalimantan Tengah Lebih Ideal

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 9 Februari 2024 | 13:59 WIB
Basuki Cahaya Purnama atau Ahok, turut dalam Kampanye Konser Salam Metal 03 di GBK, Sabtu (3/2/2024) (Istimewa)
Basuki Cahaya Purnama atau Ahok, turut dalam Kampanye Konser Salam Metal 03 di GBK, Sabtu (3/2/2024) (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengungkapkan bahwa ia pernah menyampaikan dua usulan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Salah satunya, Ahok menyarankan agar IKN seharusnya dibangun di Kalimantan Tengah (Kalteng), bukan Kalimantan Timur (Kaltim), dalam sebuah acara bertajuk 'Ahok Is Back' di Warunk Wow, Jakarta Selatan, Kamis (8/2/2024) sore.

Ahok menceritakan bahwa saat IKN akan dibentuk, Presiden Jokowi telah memanggilnya untuk membahas pemindahan ibu kota.

Baca Juga: Wisata Curug Semirang Semarang, Rehatkan Jiwa Sambil Menikmati Keindahan Alam dan Gemercik Air Terjun yang Menyegarkan

"Saat itu ya. Lalu saya ditanya. Ini (belum ada) UU nih. Saya bilang (ke Pak Jokowi), Pak, kalau mau investor masuk, langkah pertama harus ada UU IKN. Baru orang mau percaya. Langkah pertama," ujar Ahok.

Saran kedua yang disampaikan Ahok adalah agar IKN dibangun di Kalimantan Tengah (Kalteng), sesuai dengan cita-cita Presiden Soekarno.

"Bicara Nawacita nih, harusnya IKN itu ada di Kalteng. Sesuai Bung Karno. Kenapa di Kalteng? Karena Kalteng tidak usah bebasin lahan," ungkap Ahok.

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Menag Imbau Khatib Jumat 9 Februari Sampaikan Pesan Pemilu Damai dan Hargai Beda Pilihan Politik

Saat itu, Ahok juga mengusulkan ibu kota dipindahkan di Balikpapan. Sebab, kata dia, banyak aset PT Pertamina yang bisa digunakan pemerintah di sana.

Menurutnya, lokasi tersebut lebih mudah dijangkau dan sesuai dengan nilai historis dan sejarah. Namun, pembangunan IKN justru direalisasikan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

"Kemudian tiba-tiba keluar semua putusin (IKN) di Kaltim," kata dia.

Baca Juga: Peringatan Bahaya dari Prof. Tjipta Lesmana: Potensi Kekerasan Massa Ancam Politik Indonesia!

Ahok menegaskan bahwa meskipun usulannya tidak diikutsertakan, ia tidak menolak IKN. "Ini agak beda sedikit dengan Pak Anies yang menentang IKN. Kalau bagi saya IKN oke, tapi enggak usah ganti lahan. Bisa pakai di Kalteng atau di Balikpapan punya Pertamina," tandas Ahok.

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini