Dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017, Ahok mencalonkan diri bersama Djarot Saiful Hidayat, namun kalah dalam putaran kedua dari pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Baca Juga: Kualat pada Petani, Cak Imin Sebut Jadi Penyebab Gagalnya Food Estate
Meski telah mencapai banyak prestasi, Ahok menghadapi tantangan signifikan selama pemilihan 2017, dihadapkan pada tuduhan penistaan agama.
Pernyataannya kontroversial yang mengutip ayat Al-Qur'an memicu perdebatan publik dan mengakibatkan vonis penjara dua tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Setelah menghilang dari publik untuk beberapa waktu, Ahok kembali ke panggung publik ketika Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuknya sebagai Komisaris Utama PT Pertamina pada November 2019.
Baca Juga: Bukan Hanya Kaesang, Sosok Ini Turut Berperan dalam Bisnis RANS Entertainment
Penunjukan Ahok di Pertamina sempat menimbulkan kontroversi. Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menyatakan penolakan terhadap peran Ahok di perusahaan tersebut.
Pengunduran diri Ahok dari PT Pertamina sekarang menegaskan komitmennya untuk bergerak dalam arena politik. Ia bakal lebih aktif mendukung kandidat calon presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dalam pemilihan presiden 2024.
Artikel Terkait
Moeldoko-Ahok, Saling Dukung Berantas Mafia Migas
DPR Minta BPK Audit Gaji Ahok di Pertamina
Alasan Ahok Pilih Ganjar Ketimbang Gibran
Hajatan Rakyat di GBK: Ganjar-Mahfud Akan Ramaikan Konser Salam Metal Bersama 134.000 Relawan
Wakil Sekretaris DPC PDIP sebut Ganjar Mahfud Tegas Wujudkan Pangan Terjangkau untuk Rakyat