Selasa, 21 Juli 2026

Kolaborasi Lintas Organisasi Kristen, Pewarna Indonesia Gelar Diskusi Nasional Secara Daring

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Senin, 15 September 2025 | 15:05 WIB
Foto tangkapan layar ketika diskusi  (Istimewa)
Foto tangkapan layar ketika diskusi (Istimewa)

Dari perspektif PGI, Rosiana Purnomo menjelaskan bahwa pihaknya sudah menjalankan program pendidikan kewarganegaraan dan kebangsaan, khususnya bagi kaum muda.

"Program ini dilakukan secara regional dengan melibatkan berbagai denominasi, bertujuan membekali pemuda dengan keterampilan kepemimpinan, pemetaan sosial, hingga kemampuan mengambil keputusan," jelasnya.

"Kami ingin pemuda siap menjadi pemimpin yang relevan dengan konteks mereka,” katanya.

Sementara itu, Yohanes Harry D Sirait Ketum Gempar, mengajak pemuda Kristen untuk berpikir lebih luas dalam melihat fenomena politik, sosial, dan budaya.

Baca Juga: Bolak balik masuk Jeruji Karena Narkoba, Fariz RM Harusnya Dihukum Maksimal

"Tantangan ke depan bukan hanya soal struktur politik, melainkan juga menyangkut suprastruktur, yaitu gaya hidup para pemimpin dan tokoh publik yang seharusnya sederhana dan berintegritas," tuturnya.

Ia juga menegaskan perlunya gereja-gereja berperan aktif dengan tindakan-tindakan nyata.

“Kalau setiap gereja melakukan satu kebaikan saja setiap minggu, orang akan melihat Kristus lewat perbuatan kita,” ucap Ketum Gempar.

Tidak ketinggalan, Tigor Tampubolon menyoroti pentingnya kesinambungan gerakan pemuda Kristen agar tidak terputus dengan gereja.

Baca Juga: FK UWKS Tegaskan Komitmen Tri Dharma lewat Intervensi Kesehatan Diabetes di SMA Ta’miriyah

Begitu juga Pdt. Harsanto Adi menekankan perlunya GMKI dan organisasi pemuda Kristen lainnya masuk ke kampus-kampus teologi untuk melahirkan gembala-gembala yang peka terhadap persoalan kebangsaan.

Diskusi yang berlangsung hangat ini ditutup dengan kesepahaman bahwa pemuda Kristen harus mengambil peran aktif dalam merespons dinamika politik dan sosial bangsa, serta membangun kesadaran politik yang inklusif.

Dari forum ini, diharapkan menjadi langkah awal menuju kolaborasi yang lebih besar lintas organisasi dan lembaga Kristen di Indonesia.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini