Nurhayati (35) asal Tangerang menjadi KPM PKH sejak tahun 2013, memiliki usaha warung untuk jualan berbagai gorengan, snack dan membuat kerupuk yang berjualan dari pukul 07.00 s.d 18.00 WIB di rumah. Memiliki pengahasilan sekitar Rp 300.000 per hari. Nurhayati melakukan konsultasi kepada tim tata rupa agar produknya lebih menarik lagi.
Baca Juga: Kemensos Berikan Bantuan Optimal untuk Disabilitas Korban Rudapaksa di Kalsel
“Tadi saya konsultasi terkait logo dan packaging makanan, karena selama ini belum ada, agar lebih menarik dan rapi. Saya juga berharap usaha saya lebih maju dan keuntungannya bertambah karena tampilannya sudah menarik” ungkap Nurhayati
Selain pelatihan untuk KPM, terdapat juga pelatihan untuk pendamping sosial berupa riset dan pemasaran sederhana, digital marketing, fotografi dan videografi serta literasi keuangan.
Dody Kusniady (45) TKSK dari kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para pendamping yang nantinya ilmu yang diperoleh menjadi bekal untuk memberikan pendampingan kepada KPM sehingga bisa termotivasi untuk berwirausaha secara mandiri maupun kelompok. Materi yang diberikan dinilai sesuai dengan kondisi usaha saat ini.
Artikel Terkait
Peserta Ungkap Terima Banyak Manfaat dari Workshop PENA Kemensos
Kemensos Berikan Bantuan Optimal untuk Disabilitas Korban Rudapaksa di Kalsel
Kemensos Berikan Bantuan Kewirausahaan untuk Pengemis yang Viral di Media Sosial dengan Ucapan 'A kasihan A…'
Didampingi Kemensos, Kondisi Korban Rudapaksa Ayah Tiri Semakin Membaik
Kemensos Respon Cepat dan Berikan Bantuan untuk Lansia di Nganjuk