Jumat, 5 Juni 2026

6 Film Terbaik di Festival Film Bulanan 2023 Akan Hadiri di Festival Film Pendek di Prancis

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Selasa, 30 Januari 2024 | 13:53 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (Dok. Biro Komunikasi Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (Dok. Biro Komunikasi Kemenparekraf)

NAWACITAPOST.COM - Enam film peraih Penghargaan Festival Bulanan 2023 yang merupakan bagian dari program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) akan hadir di Film Market Clermont-Ferrand International Short Film Festival 2024 di Prancis pada 2-13 Februari 2023. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam "The Weekly Brief With Sandi Uno", Senin (29/1/2024), mengatakan bahwa Festival Film Bulanan 2024 kembali dengan wajah baru untuk melambangkan semangat yang lebih kuat dalam mendukung ekraf Indonesia.

“Dua tahun pelaksanaan Festival Film Bulanan mendapatkan total hampir 1500 submisi film yang berasal dari 1200 komunitas di berbagai daerah, dan pada tahun 2024 Fesbul 2024 akan hadir di Film Market Clermont-Ferrand International Short Film Festival 2024, di Prancis,” kata Menparekraf Sandiaga.

Baca Juga: Menparekraf: Indonesia Lanjutkan Komitmen Implementasi ASEAN MRA-TP

Keenam film tersebut dari Kategori Ide Cerita Terbaik yakni Romansa di Balik Pagar Akal, Rumah Produksi Hura Haru Film, Bandung Jawa Barat.

Kategori Visual Terbaik, yaitu Pepadu, Rumah Produksi Ruang Tengah Creative, Lombok, NTB

Kategori Audio Terbaik, yaitu Facticity, Rumah Produksi Javania Films dan Rupa Rupa Films, Bantul, DIY.

Baca Juga: Menparekraf Dukung Peresmian Komunitas Relawan Aeroscue Raksa Dirgantara

Kategori Film Dokumenter Terbaik, dengan Sailum: Song of The Rustiling Leaves, Rumah Produksi Project Multatuli dan Atmakanta Studio, Timor Tengah Utara (TTU), NTT.

Kategori Film Fiksi Terbaik, Basri & Salma In a Never-Ending Comedy, Rumah Produksi Hore Pictures, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dan tambahan film sebagai initiatif program yg terpilih masuk ke film market Clermont Ferrand adalah karya Nirartha Bas Diwangkara dari rumah produksi komunitas film Sarad, berjudul Where The Wild Frangipanis Grow.

Baca Juga: Menparekraf Fokus Kembangkan SDM Melalui Kampanye Sadar Wisata 5.0

Direktur Musik, Film dan Animasi, Kemenparekraf/Baparekraf Mohammad Amin, yang hadir secara online, menyampaikan bahwa para sineas Indonesia yang hadir di Clermont-Ferrand International Short Film Festival 2024 diharapkan dapat menimba ilmu lebih banyak dari sineas dunia.

“Kalau kita ke Clermont-Ferrand kita juga belajar di sana itu sepertinya lebih cocok ke festival film bulanan yang fokusnya pada film pendek,” kata Amin.

Halaman:

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini