NAWACITAPOST.COM - Sebanyak 303 pendamping sosial tampak memadati Workshop Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) yang digelar selama tiga hari di Rusun Mulya Jaya, Jakarta pada 26 hingga 28 Januari 2024.
Kementerian Sosial (Kemensos) membekali para pendamping sosial di area Jakarta dan Tangerang dengan berbagai materi untuk memperkuat pemberdayaan mereka sendiri dan juga untuk diterapkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mereka dampingi.
Kepala Pusat Pendidikan Pelatihan dan Pengembangan Profesi Afrizon Tanjung mengungkapkan Kemensos salah satunya melalui Pusdiklatbanleningprof selalu berupaya melakukan peningkatan baik kepada ASN maupun non ASN yang diantaranya meliputi pendamping sosial dan masyarakat umum. Pelatihan-pelatihan tersebut merupakan upaya agar penerima manfaat bisa lebih cepat mandiri.
Baca Juga: Tingkatkan Respon Bencana, Kemensos Pastikan Stok Logistik di Lumbung Sosial Papua Aman
"Dalam penguatan KPM PENA, tentu saja membutuhkan peran pendamping. Oleh karena itu kita juga perlu melakukan penguatan pendamping," kata Afrizon.
Dalam workshop PENA kali ini, Kemensos menyediakan tiga kelas yang diperuntukkan bagi pendamping sosial yang terdiri dari Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan pendamping rehsos.
Kelas-kelas memberikan pelatihan mengenai riset sederhana, literasi keuangan, Digital Marketing serta Fotografi dan Videografi.
Baca Juga: Kemensos Pasang Tenda dan Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Sukabumi
Dalam pelatihan Riset Sederhana, pendamping dibekali dengan ilmu untuk melihat kondisi pasar dan prospek penjualan produk.
Adapun melalui digital marketing, peserta diajarkan tips dan triks memasarkan produknya melalui marketplace ataupun media sosial.
Pembekalan fotografi dan videografi juga sangat diperlukan untuk menunjang pemasaran tersebut. Tampilan produk yang apik dan cantik, tentu akan membuat produk lebih menarik dan lebih laris di pasaran.
Baca Juga: Kemensos Berikan Bantuan Cepat dan Komprehensif untuk Pasangan Lansia di Bogor
Selain ketiga hal tersebut, pelatihan yang tidak kalah penting ialah literasi keuangan. Di sini, para peserta diajarkan untuk bijak mengelola keuangan dan tidak menghabiskannya untuk keperluan tersier.
Hal ini sangat penting mengingat cukup banyak terjadi dimana saat ekonomi membaik, pengeluaran KPM lebih besar daripada pemasukan.
Artikel Terkait
Kemensos Berikan Bantuan Cepat dan Komprehensif untuk Pasangan Lansia di Bogor
Biaya Sewa Ringan, Penghuni Rusun STPL Kemensos di Bekasi Merasa Terbantu
Kemensos Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia dan Disabilitas di Manggarai Timur
Kemensos Pasang Tenda dan Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Sukabumi
Tingkatkan Respon Bencana, Kemensos Pastikan Stok Logistik di Lumbung Sosial Papua Aman