NAWACITAPOST.COM - Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) di Bekasi, Jawa Barat menjadi saksi kebahagiaan para penghuni rumah susun (Rusun) Kementerian Sosial (Kemensos). Mereka merasa sangat bersyukur karena dapat menempati rusun tersebut tanpa harus mengeluarkan biaya sewa yang signifikan. Tidak hanya itu, fasilitas yang disediakan di rusun tersebut menjadikannya tempat tinggal yang layak dan nyaman.
Dengan ruangan berukuran 6 x 7 meter, penghuni Rusun STPL Bekasi dapat menikmati keberlanjutan hidup tanpa harus khawatir tentang biaya sewa yang tinggi. Meskipun belum membayar, mereka hanya diminta untuk membeli token listrik sendiri. Dan jika suatu saat harus membayar, biayanya pun sangat terjangkau, yakni hanya Rp 10.000 per bulan.
Mariani, salah satu penghuni rusun, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan ini. "Kami belum dikenakan bayaran, hanya diharuskan membeli token listrik sendiri," ujarnya.
Baca Juga: Kemensos Berikan Bantuan Cepat dan Komprehensif untuk Pasangan Lansia di Bogor
Fasilitas yang tersedia di setiap ruangan, mulai dari tempat tidur susun, meja makan, kompor gas, hingga kamar mandi yang bersih, menjadikan Rusun STPL seperti hotel dalam film-film.
“Karena itu saya sangat bersyukur boleh menempati rusun ini,” ujar Mariani yang sudah empat bulan menempati rusun STPL.
Rusun STPL Bekasi merupakan hasil kerja sama antara Kemensos dengan Kementerian PUPR dan ditujukan untuk keluarga pra-sejahtera, kelompok miskin dan rentan, serta penyandang disabilitas. Dengan lima lantai dan 95 kamar, Rusun STPL Bekasi membanggakan sebagai tempat tinggal yang layak untuk masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: Kemensos Tangani Siswi Korban Rudapaksa Gurunya
Mariani merasa lega karena tinggal di rusun ini memungkinkannya untuk tidak lagi mengeluarkan uang sewa rumah petak yang biasanya mencapai Rp 400.000 – Rp 700.000 per bulan.
Selain itu, fasilitas di rusun jauh lebih lengkap dan berkualitas dibandingkan dengan rumah petak, sehingga uang sewa yang dihemat dapat dialokasikan untuk biaya pendidikan anak-anaknya.
Namun, tinggal di Rusun STPL Bekasi tidak hanya memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga kesempatan untuk penghuni untuk mengembangkan keterampilan dan berusaha.
Baca Juga: Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI untuk Penyandang Disabilitas yang Alami Kelumpuhan Otak
Beberapa penghuni, seperti Mariani, terlibat dalam menjahit sandal untuk keperluan hotel, yang tidak hanya menjadi sumber penghasilan tetapi juga dapat menopang ekonomi keluarga.
Syarifudin, Penyuluh Sosial Ahli Madya di STPL Bekasi, menjelaskan bahwa para penghuni rusun didorong untuk bekerja dan berusaha agar perekonomian keluarganya dapat membaik.
Artikel Terkait
Capaian Kinerja Naik, Kemensos Terima Apresiasi dari Ombudsman RI
Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI untuk Penyandang Disabilitas yang Alami Kelumpuhan OtakĀ
Luar biasa! Kemensos Bagi-Bagi Ribuan Nasi Bungkus Setiap Hari, Ini Wilayahnya
Kemensos Tangani Siswi Korban Rudapaksa Gurunya
Kemensos Berikan Bantuan Cepat dan Komprehensif untuk Pasangan Lansia di Bogor