Kamis, 4 Juni 2026

NCW Ungkap Dugaan Korupsi dan Kegagalan di Pusaran Prabowo-Gibran

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 25 Januari 2024 | 16:51 WIB
Ketua Umum DPP Nasional Corruption Watch (NCW), Hanifa Sutrisna.  (TikTok)
Ketua Umum DPP Nasional Corruption Watch (NCW), Hanifa Sutrisna. (TikTok)

NAWACITAPOST.COM - Ketua Umum DPP Nasional Corruption Watch (NCW), Hanifa Sutrisna, memberikan pernyataan tajam terkait kegagalan pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 02 dalam berbagai aspek, terutama terkait proyek food estate dan pembelian pesawat bekas.

NCW tidak memiliki pretensi terhadap paslon manapun, namun keberadaan sejumlah terduga korupsi dalam koalisi yang mendukung paslon nomor urut 2 menjadi perhatian utama.

"Para terduga korupsi berkumpul di koalisi yang mendukung paslon nomor urut 2. Sehingga kami punya alasan konkret bahwa kegagalan 02 ini sudah banyak," kata Hanifa, dalam sebuah postingan di TikTok, dikutip Kamis (25/1/2024).

Baca Juga: Faigiziduhu Ndruru: Pernyataan Presiden Jokowi Boleh Kampanye Membuat Publik Menolak Gibran Semakin Meluas

Salah satu sorotan NCW adalah terkait oknum Menteri Pertanian, Prabowo Subianto (PS), yang diduga terlibat dalam praktik KKN di sejumlah proyek, khususnya dalam konteks food estate.

NCW menyoroti fakta bahwa dalam proyek tersebut, terdapat kelalaian dalam proses izin yang seharusnya melibatkan Komisi I DPR RI. Keberadaan kroni-kroni PS dalam PT Agrinas, tempat dugaan praktik KKN terjadi, menjadi fokus penyelidikan NCW.

"Oknum menteri perthanan yaitu PS, ini diduga melakukan KKN di beberapa proyek terutama food estate, karena di pt agrinas itu orang atau kroni-kroninya PS semua," tudingnya.

Baca Juga: Empat Kali Debat, Faigiziduhu Ndruru: Prabowo-Gibran Abaikan Etika dan Sopan Santun Sebagai Budaya Luhur Bangsa Indonesia

Pentingnya menyoroti proyek food estate menjadi lebih jelas ketika NCW mengungkapkan keterlibatan PS dalam proyek lahan Ibu Kota Nusantara (IKN). NCW menegaskan bahwa air yang akan digunakan di IKN berasal dari lahan yang dulunya dikuasai oleh adik kandung PS.

 

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini