Jumat, 5 Juni 2026

Empat Kali Debat, Faigiziduhu Ndruru: Prabowo-Gibran Abaikan Etika dan Sopan Santun Sebagai Budaya Luhur Bangsa Indonesia

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 25 Januari 2024 | 15:12 WIB
Pengamat politik Nusantara, Faigiziduhu Ndruru. (MNI)
Pengamat politik Nusantara, Faigiziduhu Ndruru. (MNI)

NAWACITAPOSt.COM - Perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 sudah memasuki babak debat keempat antara para calon.

Salah satu sorotan yang mencuri perhatian publik adalah sikap dan tutur kata kontroversial dari Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, dua sosok yang tampil sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.

Dalam empat kali debat calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres), Prabowo-Gibran dinilai oleh sebagian kalangan mengabaikan etika dan sopan santun sebagai bagian dari budaya Indonesia.

Baca Juga: Soal Presiden Boleh Berkampanye, Ray Rangkuti: Pernyataan Jokowi Sinyal Elektabilitas Prabowo-Gibran Mandeg

Pengamat politik Nusantara, Faigiziduhu Ndruru mengatakan, sebagai tokoh bangsa seharusnya memberikan contoh kepemimpinan yang baik. Ia lantas membeberkan beberapa etika Prabowo-Gibran yang kurang tepat.

Faigiziduhu Ndruru memahami, Prabowo sebagai seorang tokoh militer yang berpengalaman, terlihat kerap menggunakan gaya retorika yang tajam dan agresif.

Meskipun hal ini dapat mencerminkan keputusan dan kepemimpinan yang kuat, namun dianggap oleh beberapa pihak sebagai kurang mendukung iklim debat yang seharusnya bersifat edukatif dan membangun.

Baca Juga: Viral! Netizen Ragukan Keaslian Ijazah Gibran

"Sementara Gibran, menciptakan kontroversi dengan pemilihan kata yang terkesan meremehkan dan mengejek lawan-lawannya. Pilihan kata yang dianggap kurang santun dan terlalu frontal menjadi sorotan masyarakat yang menuntut etika lebih tinggi dari seorang calon pemimpin," kata Faigiziduhu Ndruru, Kamis (25/1/2024).

Dalam setiap pemilihan pemimpin, lanjut Faigiziduhu, etika dan budaya Indonesia seharusnya menjadi landasan utama. Sopan santun, menghormati lawan bicara, dan memberikan argumen yang berbasis fakta menjadi cerminan dari kebijaksanaan seorang pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat.

Akibat dari kurang sopannya Gibran bahkan sempat trending topic di Twitter atau X dengan kata Songong, pada 21 Januari 2024. Kata songong itu mengarah pada Gibran yang dinilai publik sebagai tindakan kurang sopan.

Baca Juga: Partahi Sihombing Sebut Gibran Tak Dididik dengan Baik Bapaknya

Salah satunya, akun @Gunromli, yang mengarahkan kata songong ini untuk Gibran.

"Gaya songong, sombong dan sengaja ingin merendahkan Prof Mahfud dari Gibran. Cara & rendahan seperti ini tdk layak ditampilkan di debat Cawapres yg terhormat," tulis dia.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini