Menariknya, saat simulasi surat suara dilakukan, tidak terjadi perubahan yang signifikan ketika nomor urut 1 (Anies-Imin), nomor urut 2 (Prabowo-Gibran), dan nomor urut 3 (Ganjar-Mahfud) dimasukkan.
Dari hasil tersebut, terlihat bahwa Prabowo-Gibran unggul atas Anies-Imin sekitar 7,7 persen, dengan perolehan 49,8 persen untuk Prabowo-Gibran dan 42,1 persen untuk Anies-Imin. Suara untuk Ganjar-Mahfud berada pada 4,3 persen, sementara yang tidak tahu atau tidak menjawab sekitar 3,8 persen.
LSI juga melakukan simulasi untuk pemilihan dua putaran. Jika yang lolos Prabowo melawan Anies, maka suara Prabowo-Gibran mencapai 50,5 persen dan Anies-Imin 43 persen, dengan persentase tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 6,3 persen.
Sementara jika yang lolos Anies melawan Ganjar, maka suara Anies-Imin mencapai 58,2 persen dan Ganjar-Mahfud hanya 9,0 persen, dengan angka tidak tahu atau tidak menjawab yang sangat besar, mencapai 32,8 persen.
Baca Juga: BSI Griya Simuda: Solusi Pembiayaan Rumah untuk Anak Muda dengan Cicilan Tetap hingga 30 Tahun
Hasil survei juga mencakup skenario jika Anies tidak lolos. Dalam situasi tersebut, suara Prabowo-Gibran mencapai 68,3 persen, sementara Ganjar-Mahfud hanya 7,3 persen. Persentase tidak tahu atau tidak menjawab mencapai 24,5 persen.
Selain itu, LSI juga melakukan survei top of mind terkait Capres secara pribadi. Prabowo Subianto menjadi yang tertinggi dengan 48,6 persen, disusul Anies Baswedan 42,4 persen, Ganjar 3,7 persen, dan Ridwan Kamil serta tokoh lainnya hanya mendapatkan nol koma saja.
Survei juga mencakup penilaian terhadap tingkat pengetahuan dan kecenderungan suka responden terhadap Capres dan Cawapres. Prabowo mendapatkan persentase tertinggi dalam hal diketahui, yaitu 97 persen, dengan 81,1 persen menyukainya.
Baca Juga: Pj Gubernur Al Muktabar Hadiri Paripurna PAW Anggota DPRD Provinsi Banten
Anies Baswedan mendapatkan persentase 95,4 persen yang diketahui, dengan tingkat kecenderungan suka sebesar 75,3 persen. Sementara itu, Ganjar disukai oleh 92,5 persen, namun hanya 51,3 persen yang menyukainya.
Djayadi Hanan PhD menegaskan bahwa kerja keras Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran di Sumbar, yang diketuai oleh Andre Rosiade, berhasil mengubah peta politik di wilayah tersebut.
Dalam tiga bulan terakhir, tim bekerja dengan luar biasa, dampaknya terlihat dengan meruntuhkan dominasi Anies-Imin yang awalnya dianggap dapat mendapatkan dukungan maksimal hingga 80 persen.
Artikel Terkait
Wisata Aesthetic Peninggalan Jepang Goa Pinus di Kota Batu, Banyak Spot Foto Kekinian Wong Jawatimuran
Sheva Elmira Raih Penghargaan di Olimpiade Matematika Bertaraf Internasional, Ussy Sulistiawaty: Bangga!
Menko Luhut Sebut International and Indonesia CCS Forum 2024 Bukti Kuat Komitmen Indonesia dalam Pengelolaan Lingkungan
Prabowo Subianto Ungkap Harapan Produksi Kapal Serang Canggih dan Hasil Survei LSI di Sumatra Barat
Perkuat Jajaran Pengamanan, Ka. KPLP Lapas Kelas IIB Panyabungan Kanwil Kemenkumham Sumut Pimpin Apel Serah Terima Tugas Penjagaan