Minggu, 19 Juli 2026

Kemungkinan Tutup, Ada apa dengan Rumah Sakit Pratama Lologolu?

Photo Author
Yohanes Giawa, Nawacita Post
- Rabu, 16 Juli 2025 | 17:06 WIB
Penampakan salah satu sisi dari gedung Rumah Sakit Pratama Lologolu yang terbengkalai (Yogi)
Penampakan salah satu sisi dari gedung Rumah Sakit Pratama Lologolu yang terbengkalai (Yogi)

Bukan tanpa alasan, Budi merasa kecewa setelah mendengar informasi jika RSP Lologolu tidak beroperasi.

“Saya baru dengar rumah sakit Lologolu di sini,” kata Budi saat menyampaikan sambutannya usai melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan RS Pratama Nias Barat, di Desa Onolimbu, Kecamatan Lahomi Jum’at (11/7/2025).

Ia mengingatkan bahwa membangun rumah sakit bukan sekedar hanya untuk mencari proyek.

“Waduh, bangun rumah sakit itu memang senang karena ada proyeknya, tapi susah itu. Jangan senang-senang bangun rumah sakit. Rumah sakit saja yang ada karena cari dokternya susah, kayak gini baru saya dengar, tidak beroperasi gara-gara dokter spesialisnya karena sama BPJSnya,” ujarnya.

Budi pun meminta kepada Dirjen agar segera memindahkan Alkes yang ada di rumah sakit itu.

“Pak Dirjen apa alat-alat di sana dimasukin di sini dulu (RSUD Pratama Nias Barat), kita konsentrasi dulu deh beresin di sini,” ujarnya.

 

Jalur Afirmasi Dibuka bagi Putra-Putri Daerah Jadi Dokter Spesialis

Budi juga menyoroti persoalan kekurangan dokter spesialis. Ia mengatakan banyak rumah sakit daerah belum dapat beroperasi optimal karena kekurangan tenaga ahli, yang berdampak langsung terhadap layanan BPJS.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah akan memperkuat sistem pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital based), sekaligus membuka jalur afirmasi bagi putra-putri daerah agar mereka dapat menempuh pendidikan spesialis dan kembali mengabdi di daerah asal.

“Sistem pendidikan ini ditujukan untuk pemerataan. Putra-putri daerah akan diprioritaskan dan harus diangkat menjadi PNS,” ujarnya.

Baca Juga: Menkes Budi Harap RS Pratama Nias Barat Bisa Tangani Penyakit Stroke Hingga Kanker

RSP Lologolu Terserat dalam Pusaran Kasus Dugaan Korupsi

Parahnya lagi, RSP Lologolu ini bukan malah ditingkatkan menjadi rumah sakit Tipe D ke Tipe C seperti yang pernah diutarakan mantan Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu, saat meresmikannya, justru pembagunan rumah sakit ini terseret dalam pusaran kasus dugaan korupsi yang kini tengah ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsitoli.


Tim Penyidik Kejari Gunungsitoli menggeledah Kantor Dinkes Nias Barat.

Halaman:

Editor: Yohanes Giawa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini