NAWACITAPOST.COM – Mahasiswa dan dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Nias (Unias) mengunjungi keluarga korban kebakaran rumah di Desa Luaha Laraga, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli, Senin (26/5/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang diwujudkan dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Koordinator Prodi Teknik Sipil, Dermawan Zebua, menyampaikan bahwa pihaknya bersama mahasiswa telah lebih dahulu melakukan penggalangan donasi. Bantuan yang terkumpul disalurkan kepada korban dalam bentuk perlengkapan dan peralatan dasar rumah tangga yang sebelumnya habis dilalap api.
Ia juga menyampaikan kesiapan Prodi Teknik Sipil untuk membantu lebih lanjut, termasuk memberikan desain rumah layak huni secara gratis apabila pembangunan rumah korban dilanjutkan.
“Kami dari Prodi Teknik Sipil berharap aksi peduli ini tidak berhenti sampai di sini. Kami siap memberikan desain rumah layak huni secara gratis dan bahkan bergotong royong bersama mahasiswa dalam proses pengerjaannya,” ujar Dermawan.
Diketahui, peristiwa kebakaran tersebut menyebabkan dua rumah rata dengan tanah, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan berat pada bagian belakang. Kebakaran terjadi pada malam hari dan berhasil dipadamkan menjelang dini hari.
“Melihat kondisi saudara-saudara kita yang terdampak, kami berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan PKM ini. Kami juga menyatakan kesiapan untuk terlibat secara langsung apabila pembangunan hunian dilanjutkan,” tegas Dermawan.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari CV Sohaga Nusantara dan CV Sinar Howu-Howu, Hamedoni Harita, turut menyampaikan kesediaannya untuk memberikan dukungan berupa tenaga dan peralatan jika diberi kesempatan untuk terlibat dalam pembangunan rumah korban.
“Kami siap menyiapkan tukang, pekerja, dan peralatan yang dibutuhkan untuk membangun rumah layak bagi para korban. Ini murni persoalan kemanusiaan dan bentuk panggilan hati untuk meringankan beban mereka,” ujar Hamedoni, yang juga merupakan dosen Teknik Sipil Universitas Nias.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-16, Pemkab Nias Barat Launching Aplikasi SINAR dan BUMD
Sementara itu, para korban menyampaikan bahwa hingga saat ini bantuan dari pemerintah masih sangat terbatas. Dinas Sosial tercatat baru sekali memberikan bantuan berupa sembako, sementara BPBD memberikan terpal biru, seng, dan dua buah tratak dari pemerintah desa.
“Kami sangat berharap Pemerintah Kota Gunungsitoli dapat memberikan perhatian dan dukungan lebih lanjut, agar kami bisa tinggal di rumah yang layak dan memulai kembali kehidupan kami sebagai manusia,” harap Ama Neto Harefa, salah satu korban.
Sebagai informasi, hingga berita ini diturunkan, para korban masih bertahan dan tidur dalam kondisi darurat dengan menggunakan terpal, seng, serta triplek seadanya untuk menutup dinding tratak. (Yogi)
Artikel Terkait
Tingkatkan Penguatan Tugas dan Fungsi Pemasyarakatan, Kalapas Rantauprapat Ikuti Penguatan Oleh Kakanwil Ditjenpas Sumut Secara Virtual
Surabaya Sabet Dua Penghargaan ANRI, DPRD Desak Perwujudan Perpusda Berbasis VR dan Teknologi Sains
Lapas Pancur Batu Ikuti Penguatan Tusi Pemasyarakatan Oleh Kakanwil Ditjenpas Sumatera Utara Secara Virtual
Lapas Kelas III Gunungtua Mengikuti Kegiatan Percepatan Izin Klinik
Atap Gedung TK Dharma Wanita Kemlokolegi Ambrol, 30 Siswa Tepaksa Direlokasi ke Kantor Desa