Kamis, 4 Juni 2026

Surabaya Sabet Dua Penghargaan ANRI, DPRD Desak Perwujudan Perpusda Berbasis VR dan Teknologi Sains

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Senin, 26 Mei 2025 | 20:46 WIB
Azhar Kahfi, Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya (Nawi)
Azhar Kahfi, Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Pemerintah Kota Surabaya kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kali ini, dua penghargaan bergengsi diraih dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) atas komitmen dan terobosan dalam bidang kearsipan.

Penghargaan pertama yang diterima adalah Nilai Pengawasan Kearsipan Tertinggi Secara Nasional Tahun 2024 untuk kategori “AA” dengan nilai nyaris sempurna, yaitu 98,51. Penilaian ini mencakup berbagai aspek penting seperti kebijakan kearsipan, pembinaan internal, pengelolaan arsip inaktif maupun statis, sumber daya manusia dan infrastruktur, hingga pengelolaan arsip elektronik.

Tak hanya itu, ANRI juga menetapkan Arsip Makam Eropa Peneleh Surabaya (1848–2024) sebagai bagian dari Memori Kolektif Bangsa (MKB) Tahun 2025. Arsip bersejarah ini dinilai layak masuk dalam MKB karena nilai sejarahnya yang tinggi, bentuk arsip yang unik, serta makna sosial dan spiritual yang melekat di dalamnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya: Tanpa Regulasi Teknis, Kopkel Bisa Jadi Lahan Penyimpangan!

Menyambut prestasi ini, Azhar Kahfi, Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, menyampaikan apresiasinya sembari memberi dorongan kuat kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) untuk melakukan lompatan besar dalam pengembangan literasi berbasis teknologi digital dan sains masa depan.

“Sudah waktunya Surabaya memiliki perpustakaan yang tak hanya menyimpan buku, tapi juga menghadirkan pengalaman literasi berbasis visual, audio, dan digital. Literasi modern itu interaktif dan futuristik. Jadi, prestasinya ini harus diikuti dengan support fasilitas yang dikembangkan,” ujar Kahfi saat ditemui, Senin (26/5/2025).

Politisi Fraksi Gerindra ini menegaskan bahwa Perpustakaan Daerah (Perpusda) Surabaya semestinya berkembang menjadi pusat sains, teknologi, dan digitalisasi arsip sejarah kota. Ia mencontohkan, arsip yang dikelola oleh Dispusip dapat disajikan dalam format Virtual Reality (VR) agar generasi muda bisa lebih mudah mengakses sejarah.

Baca Juga: Komisi A Sorot Kopkel Merah Putih: Seleksi Ketat, Rekrutmen Transparan Libatkan RT/RW

“Arsipnya Surabaya ini juara loh, tinggal bagaimana mendigitalisasinya. Bayangkan, anak-anak bisa duduk dan melihat langsung visualisasi Surabaya tahun 1980-an, atau suasana Kampung Peneleh dua dekade lalu. Bisa juga Tugu Pahlawan dulu bagaimana hanya dalam satu klik,” tambahnya.

Lebih jauh, Kahfi menyarankan agar Perpusda juga dilengkapi dengan fitur interaktif, seperti simulasi gempa bumi atau perkembangan teknologi sains, agar bisa menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan dan futuristik. Ia membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi untuk merealisasikan gagasan tersebut.

“Kita bisa berkolaborasi dengan kampus seperti ITS untuk pengembangan kontennya,” katanya.

Baca Juga: Parade Surabaya Vaganza 2025, Armuji: Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat!

Dengan visi yang telah dibangun oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Kahfi optimistis bahwa langkah ini bukanlah hal mustahil. Ia mengusulkan agar Perpustakaan Umum Kota Surabaya di Rungkut dijadikan pilot project sebagai perpustakaan digital masa depan.

“Harapannya, Surabaya tidak hanya jadi juara di level lokal atau nasional, tapi menjadi kota percontohan literasi berbasis teknologi di level dunia,” tutupnya. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini