NAWACITAPOST.COM - Gibran Rakabuming, putra sulung Presiden Joko Widodo, baru-baru ini menjadi perbincangan di media sosial setelah namanya dikaitkan dengan sejumlah komentar negatif.
Dalam sebuah cuitan yang menjadi viral, Gibran disebut sebagai "anak haram konstitusi." Hal ini juga melibatkan nama Prabowo Subianto, yang disebut sebagai "produk gagal reformasi."
Meski tengah ramai dikatai, Gibran tetap menunjukkan sikap santai dengan menghadiri dan menonton turnamen Mobile Legend.
Pada hari Jumat, 12 Januari 2024, seorang pengguna Twitter dengan akun @msobri99 membagikan video yang berisi pernyataan kontra terhadap Prabowo dan Gibran Rakabuming.
Dalam cuitannya, ditulis, "Gibran Anak Haram Konstitusi, Prabowo Produk Gagal Reformasi."
Pernyataan ini segera mendapat respon dari berbagai kalangan, termasuk pengguna Twitter lain yang setuju dengan pandangan tersebut.
Dalam video tersebut, seseorang dengan jas merah mengemukakan beberapa alasan penolakan terhadap pasangan calon Prabowo-Gibran.
Selain mengingatkan beberapa skandal yang melibatkan Prabowo di masa lalu, pembicara tersebut juga menjelaskan alasan mengapa Gibran Rakabuming dianggap tidak layak mendapat dukungan.
Menurutnya, jalur yang ditempuh oleh Gibran dan kroni-kroninya dianggap non prosedural dan inkonstitusional.
Namun, meski namanya tengah diperbincangkan di media sosial, Gibran Rakabuming menunjukkan sikap santai dengan menghadiri turnamen game Mobile Legend.
Dalam video live yang diunggah di akun Tiktok @gibran_rakabuming, terlihat Gibran tengah menikmati pertandingan dan berkomentar, "Mabar wir" (main bareng yuk).
Artikel Terkait
Tingkatkan Kerjasama Layanan Hukum Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Riau dengan Instansi Terkait di Dumai
Tim Monev Divpas Kemenkumham Riau Kembali Ingatkan Amanat Menkumham Dan Kakanwil Kepada Jajaran Dua Satker Di Bengkalis
Kadiv Permasyarakatan Kanwil Kemenkumham Riau Sambangi Rupbasan Dan Lapas Bangkinang
Begini Kronologi KPK Tahan Bupati Labuhan Batu EAR Cs Terkait OTT Dugaan Suap Fee Proyek BB Uang Tunai
Putusan PTTUN Sudah Inkracht, Kasun Seloguno Perning Jatikalen Tak Kunjung Dilantik