Proyek ini juga telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen per tahun.
Baca Juga: PPJKI dan BPKH Gelar Seminar Investasi 2025: Menjawab Tantangan Global Melalui Danantara
Selain itu, proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan devisa hingga Rp 5 triliun per tahun dari ekspor ethylene dichloride serta menghemat impor soda kaustik hingga Rp 4,9 triliun per tahun.
Tak berhenti di situ, tahap kedua dari proyek ini direncanakan untuk memperluas kapasitas produksi klor alkali dan meningkatkan produk turunan berbasis klorin.
Saat ini, studi kelayakan tengah dilakukan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan produk-produk hilir tersebut.
Direktur Utama Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyatakan bahwa proyek ini menjadi langkah krusial untuk mendukung ketahanan industri nasional dan menarik kepercayaan investor terhadap prospek industri kimia di Indonesia.
"Melalui kerja sama ini, kami membangun pondasi kokoh untuk pengembangan industri berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.
Terpisah, saham emiten terafiliasi Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) pun terpantau menguat setelah penandatanganan ini.
Berdasarkan pantauan NKRI24JAM saham TPIA pun naik 3,28% ke Rp10.225 pada Selasa (17/6/2025).*
Artikel Terkait
Masuk dalam Danantara, Ini Daftar 10 BUMN dengan Aset Terbesar
Danantara Resmi Beroperasi! Prabowo Teken Keppres Pengangkatan Dewan Pengawas
Prabowo Luncurkan Danantara, Kawendra: Langkah Strategis Menuju Kemandirian Ekonomi Indonesia
PPJKI dan BPKH Gelar Seminar Investasi 2025: Menjawab Tantangan Global Melalui Danantara
Agenda Penting, Presiden Prabowo Hadiri Townhall Meeting Danantara Dengan BUMN