NAWACITAPOST.COM - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri acara Townhall Meeting Danantara bersama jajaran BUMN di Jakarta Convention Center (JCC) pada Senin (28/4) sore ini.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, mengungkapkan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mempererat kolaborasi antara Danantara dan BUMN, sekaligus memperkuat ekosistem investasi nasional.
"Ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperkokoh ekosistem investasi di Indonesia," kata Yusuf dalam keterangannya.
Sebelum menghadiri Townhall Meeting, Prabowo juga dijadwalkan menerima kunjungan kehormatan dari Federation of Korean Industries (FKI) di Istana Merdeka.
Pertemuan ini bertujuan mempererat hubungan ekonomi serta memperluas kerja sama investasi antara Indonesia dan Korea Selatan di berbagai sektor penting.
Baca Juga: Isi 8 Tuntutan Purnawirawan TNI ke Prabowo: dari Tolak IKN hingga Ganti Wapres Gibran!
Sementara itu, CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, sebelumnya mengumumkan bahwa Indonesia berhasil mengamankan investasi sebesar US$4 miliar (setara Rp67 triliun) dari Qatar Investment Authority (QIA).
Kesepakatan ini merupakan hasil dari kunjungan resmi Presiden Prabowo ke Qatar beberapa waktu lalu.
Investasi besar ini rencananya akan difokuskan untuk mengembangkan sektor hilirisasi, industri kesehatan, dan energi terbarukan di Tanah Air.
"Kita sudah sepakat untuk membentuk joint fund baru senilai US$4 miliar, yang akan difokuskan untuk investasi di Indonesia, terutama di sektor hilirisasi, industri kesehatan, dan energi terbarukan," jelas Rosan.
Ia menambahkan, kesepakatan tersebut telah dikukuhkan langsung oleh pemimpin tertinggi dari kedua negara, Indonesia dan Qatar.
Artikel Terkait
Dinilai Terlalu Kecil, Pramono Anung Akan Buat Ulang Patung MH Thamrin Jadi Ukuran Lebih Besar
Masuk Bui Pelaku Pencurian Berondolan Buah Kelapa Sawit di Amankan.
Nabung Emas Kini Semudah Klik Lewat Aplikasi, Pegadaian Kanwil Surabaya Siap Layani Digitalisasi Investasi
Slank Ungkap Alasan Tak Andalkan Royalti Sebagai Penghasilan Utama