NAWACITAPOST.COM – Musibah kebakaran menimpa sebuah rumah di Blok Gununglarang, RT 007 RW 002, Desa Gununglarang, Kecamatan Bantarujeg. Peristiwa nahas yang terjadi pada Selasa dini hari, 20 Mei 2025, itu menewaskan seorang warga bernama Momon (59).
Di sela kegiatan launching Jalan Lingkar Selatan, Bupati dan Wakil Bupati Majalengka bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forkopimda menyempatkan diri mengunjungi lokasi kebakaran serta memberikan bantuan kepada keluarga korban.
Didampingi oleh Baznas Majalengka dan pejabat daerah lainnya, Bupati Eman Suherman meninjau langsung rumah korban yang hangus terbakar. Rumah permanen berukuran 10 x 6 meter itu luluh lantak dilalap api.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Eman menyerahkan bantuan kemanusiaan yang disalurkan melalui Baznas Majalengka kepada keluarga korban.
"Kami turut berduka atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Ini bukan sekadar kunjungan, melainkan wujud empati dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang berduka," ujar Eman Suherman kepada wartawan di lokasi, Jumat, 23 Mei 2025.
Wakil Ketua III Baznas Majalengka Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan, Embed Humed, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bagian dari program tanggap darurat Baznas.
"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami musibah. Semoga dapat sedikit meringankan beban keluarga korban," ungkapnya.
Peristiwa memilukan tersebut bermula saat korban dan istrinya, Sarmanah, terbangun karena mencium bau asap. Keduanya sempat keluar kamar untuk menyelamatkan diri. Namun, korban memutuskan kembali masuk ke dalam rumah untuk mengambil uang tunai yang disimpannya.
Baca Juga: Polresta Sidoarjo Apresiasi Inovasi Warga Kelola Ketahanan Pangan Berbasis Hidroponik
Sayangnya, saat itu api sudah membesar dan menyebar ke seluruh bagian rumah. Korban terjebak dan ditemukan meninggal dunia tak lama kemudian.
Anak korban, Haryana Hiswanto, sempat berusaha menyelamatkan ayahnya, tetapi gagal karena atap rumah ambruk dan api terus membesar. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi luka parah akibat tertimpa reruntuhan kayu dan genteng serta diduga mengalami sesak napas akibat kekurangan oksigen.
Pihak kepolisian menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik di bagian atap kamar depan, yang kemudian menjalar ke seluruh ruangan. Kerugian materiil akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Artikel Terkait
Sinergitas, Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Terima Kunjungan Hakim Wasmat
Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Kabupaten Karawang Bersama PWI Gencar Sosialisasi Tata Cara Pembuatan Paspor yang Benar
Personel Polsek Kandis yang Berulang Tahun Dapat Kado Unik: Bibit Pohon Kelengkeng
Kapolda Riau Beri Kado Spesial Ulang Tahun Kapolres Siak: Bibit Pohon untuk Warisan Hijau Masa Depan, secara simbolis
Polresta Sidoarjo Bersama Desa Wonokupang Mendukung Program Ketahanan Pangan Polri Cinta Petani