NAWACITAPOST.COM - Indonesia terus menunjukkan kemampuannya dalam melahirkan individu-individu berprestasi yang mampu bersaing dan diakui di tingkat global. Dari berbagai bidang, talenta asal Indonesia kerap mencuri perhatian dunia. Kali ini, prestasi datang dari sektor real estat, sebuah bidang yang semakin mendapat sorotan seiring perkembangan kota-kota besar dan transformasi kawasan.
Salah satu nama yang mengemuka adalah Budiarsa Sastrawinata. Ia dilantik sebagai World President International Real Estate Federation (FIABCI) untuk periode 2023–2024 silam. Prosesi pelantikan berlangsung dalam rangkaian 73rd FIABCI World Real Estate Congress 2023 di Miami, Florida, Amerika Serikat, pada Jumat, 9 Juni 2023 waktu setempat.
Dalam momen tersebut, Budiarsa menggantikan posisi Susan Merninger Greenfield dari Amerika Serikat yang menjabat pada periode sebelumnya. Sebenarnya, penetapan Budiarsa sebagai World President ke-58 FIABCI sudah dilakukan sejak Desember 2022 melalui sistem pemilihan di Ciputra Group Jakarta. Namun, pelantikan resminya baru dapat dilangsungkan dalam kongres tahunan FIABCI yang kali ini digelar di Amerika Serikat, setelah sebelumnya pada 2022 diadakan di Paris.
Dengan resminya Budiarsa menduduki jabatan tertinggi di FIABCI tersebut, nama Indonesia kembali hadir dalam kancah internasional, khususnya di komunitas real estat dunia. Ia menjadi tokoh Indonesia kedua dari Ciputra Group yang menempati posisi tersebut setelah Ir Ciputra pada 1989–1990, serta menyusul Ferry Sonneville yang pernah menjabat pada periode 1995–1996.
FIABCI sendiri merupakan salah satu organisasi paling berpengaruh dalam industri properti global. Berdiri sejak 1951, FIABCI kini menaungi anggota dari lebih 70 negara dan mewakili 40 profesi berbeda dalam sektor real estat. Organisasi ini juga memiliki hubungan kemitraan strategis dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Economic and Social Council (ECOSOC).
Sebagai pemimpin tertinggi organisasi ini, Budiarsa membawahi sekitar 1,5 juta profesional properti dari seluruh dunia. Selain posisinya sebagai Managing Director Ciputra Group, ia juga dikenal aktif di berbagai organisasi nasional. Dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Budiarsa menjabat sebagai Ketua Badan Pengembangan Kawasan Properti Terpadu dan juga memimpin Kelompok Kerja untuk proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Menanggapi peran barunya di FIABCI, Budiarsa menyebut bahwa jabatan tersebut bukan sekadar pengakuan personal, melainkan amanah yang harus ditunaikan untuk kepentingan yang lebih luas. Ia menekankan bahwa posisi ini dapat digunakan sebagai medium untuk mengangkat potensi Indonesia, khususnya melalui pengembangan proyek-proyek besar seperti IKN.
Dukung Program 3 Juta Rumah
PT Ciputra Development Tbk menyatakan komitmennya untuk turut ambil bagian dalam mendukung program pembangunan 3 juta rumah yang tengah digagas pemerintah. Kesediaan ini disampaikan langsung oleh Budiarsa Sastrawinata, pada Oktober 2024 lalu.
Baca Juga: Pegolf Junior Dunia Kembali Bertanding di Mandiri Ciputra Golfpreneur Championship 2025
Menurut Budiarsa, inisiatif pemerintah dalam membangun jutaan rumah layak huni sangat relevan dengan kebutuhan riil masyarakat. Ia menilai bahwa langkah ini merupakan respons tepat terhadap besarnya kekurangan pasokan perumahan di Indonesia, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah. “Program pemerintah ini akan sangat baik buat masyarakat,” ujarnya kepada Kompas.com.
Pernyataan ini sekaligus menjadi respons atas ajakan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, yang mengundang para pengembang besar untuk turut menyumbangkan lahan mereka sebagai bentuk kontribusi terhadap program tersebut. Ara, sapaan akrab Menteri PKP, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta agar target pembangunan 3 juta rumah dapat tercapai.
Budiarsa sendiri mengaku baru kali ini mendapatkan informasi mengenai wacana hibah tanah oleh pengembang untuk pembangunan rumah rakyat. Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan untuk terlibat secara lebih konkret jika diminta oleh pemerintah. “Kita lihat programnya, (ke depannya) siap,” tegasnya.
Program pembangunan 3 juta rumah ini mencakup wilayah perkotaan dan perdesaan. Dari total target, sebanyak 2 juta unit rumah akan dibangun di perdesaan, sementara 1 juta lainnya akan diwujudkan dalam bentuk hunian vertikal di wilayah perkotaan. Strategi ini diambil guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan serta menyesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing.
Artikel Terkait
'Gonjang-ganjing' PDIP Surabaya: Eri Cahyadi Gusar, Pertemuan Tanpa Pengurus DPC
Lebih Dekat dengan Budiarsa Sastrawinata: Meniti Jejak Panjang Dunia Properti dari Bintaro hingga Hanoi
Harkitnas Bukan Seremoni, Cak YeBe Desak Pemerintah dan Warga Wani Berubah
Najwa Shihab Berduka, Ini Profil Sang Suami Ibrahim Assegaf yang Meninggal Dunia Hari Ini!
UKM Binaan Pelindo Regional 1 Ikuti Short Course Basic Garmen