NAWACITAPOST.COM – Tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Majalengka dalam aspek pendidikan masih menjadi sorotan. Berdasarkan data terbaru, tercatat bahwa sekitar 26 persen masyarakat di wilayah tersebut belum memiliki ijazah.
Situasi ini disampaikan oleh anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka, Muh Fajar Shidik CH, yang menyoroti capaian IPM dalam sektor pendidikan. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, indeks pendidikan di Kabupaten Majalengka masih tertinggal dibandingkan daerah lain.
Fajar mengungkapkan keterkejutannya saat mempelajari indikator-indikator pendidikan di daerah tersebut. Ia melihat bahwa pertumbuhan yang terjadi tergolong lambat, meskipun pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran pendidikan yang cukup besar.
“Kenaikan kita di Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan harapan Lama Sekolah (HLS) itu peningkatannya sangat tipis sekali. Padahal, anggaran pendidikan kita cukup besar,” ujar Fajar Shidik, Senin (5/5).
Ia menekankan bahwa ketidakseimbangan antara anggaran dan hasil yang diperoleh harus menjadi bahan evaluasi bersama. Menurutnya, persoalan ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan, tetapi seluruh pemangku kepentingan.
“Tentunya ini butuh evaluasi kita bersama. Apa yang salah terkait dengan tata kelola penyelenggaraan pendidikan kita,” tambahnya.
Ketua DPC PPP Kabupaten Majalengka tersebut juga menilai bahwa pemerintah daerah belum menunjukkan komitmen kuat terhadap peningkatan mutu pendidikan. Ia menyoroti bahwa lembaga pendidikan negeri di wilayah itu belum mampu memberikan dampak signifikan dalam menjalankan program wajib belajar 13 tahun.
Salah satu indikator lemahnya perhatian itu, kata Fajar, terlihat dari belum diaktifkannya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Ia menilai PKBM seharusnya menjadi solusi alternatif bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal.
Baca Juga: Bank Mega Syariah Salurkan Pembiayaan Rp 100 Miliar ke Smart Multi Finance
“Karena, ketemunya rata-rata lama sekolah itu ternyata berbanding lurus dengan persentase masyarakat yang punya ijazah,” ujarnya.
Dalam keterangannya, Fajar mengungkapkan bahwa sekitar 26 persen warga Majalengka tidak memiliki ijazah sama sekali, sementara lebih dari 30 persen hanya mengantongi ijazah tingkat sekolah dasar.
“Artinya, ketika pemerintah serius mengaktivasi PKBM, seharusnya tingkat pendidikannya semakin tinggi,” jelasnya.
Artikel Terkait
Mengenal Worldcoin: Pindai Mata Dapat Uang, Kini Aplikasi Diblokir Komdigi
Maroon 5 Gandeng Lisa BLACKPINK dalam Single Baru Bertajuk "Priceless"
Pasca Pencopotan Ketua DPC Surabaya, Plt Pastikan Tak Ada Perubahan di DPRD: Fraksi PDIP Tetap Solid!
Luncurkan Aplikasi Smart School dan Srikandi, Bupati Nias Barat: Wujud Komitmen untuk Perubahan “Cerah dan Bersinar”
BLACKPINK Siap Comeback dan Gelar Tur Dunia Mulai 2025, Lisa Bocorkan Proses Album Baru