Minggu, 19 Juli 2026

IPM di Bidang Pendidikan Masih Rendah, DPRD Beri Catatan Pedas Pemkab Majalengka  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Senin, 5 Mei 2025 | 16:50 WIB
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka, Muh Fajar Shidik CH.  (Istimewa)
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka, Muh Fajar Shidik CH. (Istimewa)

 

NAWACITAPOST.COM – Tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Majalengka dalam aspek pendidikan masih menjadi sorotan. Berdasarkan data terbaru, tercatat bahwa sekitar 26 persen masyarakat di wilayah tersebut belum memiliki ijazah.

Situasi ini disampaikan oleh anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka, Muh Fajar Shidik CH, yang menyoroti capaian IPM dalam sektor pendidikan. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, indeks pendidikan di Kabupaten Majalengka masih tertinggal dibandingkan daerah lain.

Fajar mengungkapkan keterkejutannya saat mempelajari indikator-indikator pendidikan di daerah tersebut. Ia melihat bahwa pertumbuhan yang terjadi tergolong lambat, meskipun pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran pendidikan yang cukup besar.

“Kenaikan kita di Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan harapan Lama Sekolah (HLS) itu peningkatannya sangat tipis sekali. Padahal, anggaran pendidikan kita cukup besar,” ujar Fajar Shidik, Senin (5/5).

Citramaja City, kota mandiri yang dirancang modern dengan fasilitas lengkap. (Instagram)

Ia menekankan bahwa ketidakseimbangan antara anggaran dan hasil yang diperoleh harus menjadi bahan evaluasi bersama. Menurutnya, persoalan ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan, tetapi seluruh pemangku kepentingan.

“Tentunya ini butuh evaluasi kita bersama. Apa yang salah terkait dengan tata kelola penyelenggaraan pendidikan kita,” tambahnya.

Ketua DPC PPP Kabupaten Majalengka tersebut juga menilai bahwa pemerintah daerah belum menunjukkan komitmen kuat terhadap peningkatan mutu pendidikan. Ia menyoroti bahwa lembaga pendidikan negeri di wilayah itu belum mampu memberikan dampak signifikan dalam menjalankan program wajib belajar 13 tahun.

Salah satu indikator lemahnya perhatian itu, kata Fajar, terlihat dari belum diaktifkannya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Ia menilai PKBM seharusnya menjadi solusi alternatif bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal.

Baca Juga: Bank Mega Syariah Salurkan Pembiayaan Rp 100 Miliar ke Smart Multi Finance  

“Karena, ketemunya rata-rata lama sekolah itu ternyata berbanding lurus dengan persentase masyarakat yang punya ijazah,” ujarnya.

Dalam keterangannya, Fajar mengungkapkan bahwa sekitar 26 persen warga Majalengka tidak memiliki ijazah sama sekali, sementara lebih dari 30 persen hanya mengantongi ijazah tingkat sekolah dasar.

“Artinya, ketika pemerintah serius mengaktivasi PKBM, seharusnya tingkat pendidikannya semakin tinggi,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini