PT Tokai Kagu, produsen alat musik di Bekasi, juga mengumumkan penutupan pabrik pada 2025. Perusahaan yang telah beroperasi sejak 1996 ini akan membuka fasilitas produksi di negara asalnya. Sebanyak 195 karyawan terdampak akibat kebijakan ini.
5. PT Sepatu Bata Tbk
PT Sepatu Bata Tbk (BATA) menutup pabriknya di Purwakarta yang telah beroperasi selama 30 tahun, pada 30 April 2024 lalu. Penutupan ini dilakukan akibat pembengkakan biaya operasional yang merugikan perusahaan.
Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama adalah tingginya upah minimum di daerah tersebut. Selain itu, aturan Verifikasi Kemampuan Industri tahun 2023 dan Peraturan Menteri Perdagangan No 36/2024 semakin menambah beban perusahaan. Seiring penghentian produksi, sebanyak 233 pekerja terkena PHK.
Baca Juga: Hibisc Fantasy Puncak Bogor Dibongkar, Ini Wahana yang Pernah Jadi Favorit Pengunjung
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyebut bahwa gelombang PHK di sektor manufaktur ini dipicu oleh kondisi ekonomi global yang belum stabil serta dampak dari pandemi COVID-19 yang masih terasa hingga kini. Para pekerja yang terdampak berharap pemerintah dapat memberikan solusi, baik dalam bentuk bantuan maupun kebijakan yang dapat menjaga industri manufaktur tetap bertahan.
Artikel Terkait
Tindaklanjuti Aduan Masyarakat, Gubernur Banten Andra Soni: Pemprov Banten Bantu Perbaikan Jalan Kota Serang dan Normalisasi Hilir DAS Cibanten
Efisiensi Anggaran, Wagub Banten A Dimyati Natakusumah: Untuk Perkuat Sektor Pendidikan
Perayaan HUT Kota Bekasi ke-28: Penuh Ucapan dan Harapan dari Pejabat hingga Tokoh Masyarakat
Safari Ramadan 1446 H, Wagub Banten A Dimyati Natakusumah Bagikan Ratusan Paket Bantuan
Miliaran Rupiah Mengalir ke MKKS Malang: MAKI Jatim Siap Laporkan ke Kejaksaan!