Minggu, 5 Juli 2026

Update Banjir Bekasi: 25 Kelurahan Masih Terendam Banjir, Ribuan Warga Mengungsi

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Rabu, 5 Maret 2025 | 09:16 WIB
 25 Kelurahan Masih Terendam Banjir, Ribuan Warga Mengungsi
25 Kelurahan Masih Terendam Banjir, Ribuan Warga Mengungsi

NAWACITAPOST.COM -  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga Selasa malam (4/3/2025), banjir masih merendam 25 kelurahan di 12 kecamatan di Kota Bekasi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan bahwa bencana ini berdampak pada 18.783 kepala keluarga (KK) atau sekitar 61.223 jiwa.

Di wilayah Bekasi Utara, 360 warga terpaksa mengungsi ke tempat ibadah, sementara aliran listrik di beberapa titik masih belum pulih.

“Sebanyak 47 KK atau 360 jiwa dari Kecamatan Bekasi Utara kini mengungsi sementara di Mushola Jumiatur Khair,” ujar Abdul dalam keterangan resminya, Rabu (5/3/2025).

Pemerintah daerah pun telah menetapkan status darurat sebagai respons terhadap bencana hidrometeorologi yang terjadi.

Baca Juga: Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Banjir di Bekasi

Banjir di Kabupaten Bekasi Juga Meluas

Selain Kota Bekasi, banjir juga melanda 18 desa di 10 kecamatan di Kabupaten Bekasi, dengan total 51.320 warga terdampak. Kecamatan yang masih terendam air di antaranya:
✔ Bojongmangu
✔ Cikarang Utara
✔ Cikarang Timur
✔ Cikarang Pusat
✔ Cibitung
✔ Cibarusah
✔ Serang Baru
✔ Setu
✔ Tambun Utara
✔ Tambun Selatan

“Sebanyak 13.704 KK atau 51.320 jiwa di sejumlah kecamatan tersebut terkena dampak banjir. Saat ini BPBD masih melakukan pendataan lebih lanjut di lapangan,” tegas Abdul.

Baca Juga: Banjir Melanda Bekasi, Cek Puluhan Titik Yang Terendam Banjir, Ada Yang Sampai 3 Meter

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi sejak 21 Oktober 2024 hingga 31 Mei 2025.

“Kabupaten Bekasi telah menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi basah sejak tahun lalu, mencakup ancaman banjir, longsor, hujan ekstrem, abrasi, angin kencang, dan puting beliung,” jelas Abdul.

Pemerintah daerah bersama BPBD dan BNPB terus memantau situasi serta melakukan upaya penanggulangan guna memastikan keselamatan masyarakat terdampak.

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini