NAWACITApost.com – Sri Indah Dwi Mulyani merupakan salah satu masyarakat yang mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Indah merupakan salah satu masyarakat yang terkena dampak pandemi yang membuat roda ekonomi berhenti berputar. Kendati hanya sebagai pramusaji di sebuah tempat wisata dan harus berhenti padahal pendapatan setiap bulan menjadi tumpuan keluarga dan membatu suami.
“Situasi menyedihkan saat itu dan pandemi mengubah hidup saya karena terpaksa diberhentikan. Saat itulah saya cari cara apa yang harus dilakukan untuk membantu pendapatan suami dan keluarga,” ujarnya dilansir dari situs Kemensos pada Rabu, (06/12/2023).
Indah perlu waktu untuk memulai sebab sebelumnya menghabiskan hari-harinya untuk bekerja. Hingga suatu saat ia mencoba usaha katering mengingat ada peluang kerja sama dengan tempat-tempat wisata yang perlahan terus tumbuh.
“Memulai usaha katering bukan perkara mudah mengingat tidak memiliki pengalaman. Berbekal dengan dukungan suami, saya mencoba memasak dengan beberapa menu dan harga yang terjangkau pelanggan,” katanya.
Saat bekerja ia mendapakan upah Rp 1,3 juta perbulan dan saat kondisi tersebut ia tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Melewati berbagai rintangan menjalani usaha katering, pelanggan dan pesanan terus berdatangan hingga pendapatan terus meningkat dan waktu bersamaan membuat kebutuhan peralatan tidak bisa hindari.
“Seiring usaha katering meningkat kebutuhan peralatan selama ini harus menyewa dan uangnya seharusnya jadi keuntungan. Lalu, setelah diasesmen mendapatkan program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA),” ucapnya.