Seiring datangnya musim hujan, Menteri Siti juga meminta para Green Ambassador untuk mengajak masyarakat turut serta menanam setidaknya 25 pohon seumur hidup. Kemudian mereka melakukan penilaian kegiatan penanaman tersebut di masing-masing simpul belajarnya.
"Jadi nanti Green Ambassador yang menilai dan menyampaikan apresiasi dari Menteri LHK bagi masyarakat yang menanam 25 pohon. Saya minta tolong didesain juga nanti mekanismenya seperti apa," katanya.
Hal penting lain yang dikemukakan Menteri Siti yaitu pengembangan Citizen Score Card. Melalui Citizen Score Card ini, para Green Ambassador merangkum dan mengumpulkan berbagai catatan di ruang publik pada masing-masing wilayah simpul belajar, untuk kemudian direview setiap 2 bulan bersama KLHK.
"Dengan begitu, kerja-kerja birokrasi KLHK benar-benar nyata, berdekatan, bersama-sama, dan saling mengikat dengan society atau rakyat," ujarnya.
Pada akhir sambutannya, Menteri Siti mengajak 3 orang Green Ambassador dengan lulusan diklat terbaik untuk ikut menjadi Delegasi RI bersama Menteri LHK pada penyelenggaraan COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab untuk mendapatkan pengalaman outward looking.
Sementara itu, Founder Institut Hijau Indonesia, sekaligus penggagas Green Youth Movement, Chalid Muhammad menyampaikan para Green Ambassador memegang amanah mendapat SK dari Menteri LHK sebagai Green Ambassador. Salinan SK akan diserahkan melalui UPT KLHK sebagai masing-masing simpul belajar.
"Jadilah Green Ambassador yang memberikan inspirasi dan mendorong lingkungan hidup yang makin baik, juga Indonesia yang makin baik," katanya.