Kamis, 4 Juni 2026

Akselerasi Implementasi KBLBB, Deputi Rachmat: Transisi Ini Perjalanan Panjang

Photo Author
tantitamara, Nawacita Post
- Selasa, 7 November 2023 | 21:43 WIB



“Indonesia perlu mengantisipasi, jangan sampai nanti idustrinya terbentuk di Thailand besar, Indonesia tidak, terus nanti saat pasar sudah fokus di kendaraan listrik, jangan sampai semua kendaraan listrik kita buatan Thailand,” ucap Deputi Rachmat.





Menurutnya pemerintah telah menciptakan insentif untuk mendorong pengembangan industri kendaraan listrik, salah satunya melalui program bantuan dengan insentif tujuh juta rupiah/orang untuk setiap unit kendaraan motor. Sementara menurutnya, untuk adopsi mobil dan bus listrik terdapat pengurangan PPn dari 11% menjadi 1%.





“Target pemerintah tahun 2030, ada dua juta mobil dan ada 13 juta motor listrik sehingga sudah 10% populasi, itu target kita. Dengan 10% itu diharapkan sudah mulai masuk ranah mainstream. Kita akan secara tidak langsung mengurangi import BBM, dan subsidi BBM. Saat ini sudah ada 15 merek motor listrik dengan TKDN 40% yang diproduksi di Indonesia,” jelasnya.





Terkait hal tersebut, Saadiyah Dwidaningsih, Kepala Dinas ESDM Jawa Barat mewakili Pj. Gubernur Jawa Barat menyampaikan telah mendukung program akselerasi kendaraan listrik dengan memberikan konversi kit, yaitu kepada 17 SMK di Jawa Barat.





“Ini adalah untuk memperkuat, untuk lebih memperbanyak lagi bengkel-bengkel konversi, selain juga kemudian meningkatkan kapasitas dari siswa-siswa dan juga tenaga-tenaga ahli yang nanti ke depan akan mengembangkan kendaraan listrik ini,” ungkapnya.





Kadis Saadiyah menambahkan bahwa provinsi Jawa Barat mendapatkan penghargaan dari Dewan Energi Nasional sebagai pemerintah daerah yang berhasil mengampanyekan energi bersih dan daerah yang berhasil mendorong transisi energi.





Dalam paparannya Deputi Rachmat memaparkan bahwa hanya dengan mengembangkan industri EV dalam negeri, Indonesia dapat merealisasikan eksternalitas positif dan mencegah risiko berkurangnya PDB dan lapangan pekerjaan akibat transisi industri otomotif.





“Harapan kita, mulai tahun depan akan ada investor baru untuk mulai membangun pabrik EV di Indonesia, dengan target 2026 sudah mulai bisa berproduksi. Untuk menarik itu, kita harus bisa membuktikan bahwa pasar Indonesia itu menarik,” harap Deputi Rachmat.

Halaman:

Editor: tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini