Dalam pelantikan tersebut Gubernur menegaskan jika dalam proses seleksi calon pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri, dalam setiap tingkatan, sama sekali tidak ada urusan transaksional dibelakangnya.
"Seleksi dilakukan berdasarkan kemampuan dan kelayakan kepangkatan, saya jamin tidak ada urusan transaksional. Hal seperti itu hanya akan merusak tatanan pemerintahan,” Ucap Gubernur.
Gubernur mengingatkan kembali bahwa pelantikan pegawai ini merupakan bagian dari kebutuhan sebuah organisasi dan sangat lumrah dilakukan.
NAWACITA TV: WAWANCARA EXKLUSIF BERSAMA KAKANWIL JABAR GUNA MENSOSIALISASIKAN PELAYANAN PUBLIK
https://www.youtube.com/watch?v=59itdXV2AiA
Promosi yang diberikan merupakan bagian dari bentuk apresiasi Pemerintah terhadap pegawai. Sedangkan rotasi adalah upaya penyegaran atau memberikan suasana baru dan tantangan baru, sehingga bisa menjadi motivasi dalam meningkatkan etos kerja.
“Bekerja dengan penuh tanggungjawab, jangan dijadikan beban. Tapi amanah yang harus dilakukan dengan ikhlas,” tutur Gubernur.
Sambungnya, berhasil atau tidaknya pelaksanaan pembangunan, serta terlaksana atau tidaknya visi dan misi Pemerintah, sangat tergantung dengan kemampuan para pegawai.
“Bagi pejabat yang tidak sungguh-sungguh dalam bekerja, pasti bawahan saudara pun akan bisa memberikan penilaian,” tegasnya.
Gubernur juga menambahkan, jika jabatan struktural bukan satu-satunya sebagai penentu jabatan karir seorang pegawai. Karena masih ada jabatan fungsional tertentu (JFT) .
Baca juga: Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah
"Untuk para pegawai yang dilantik di JFT dalam agar tetap bekerja dengan baik serta saling koordinasi dengan pejabat struktural, Baik jabatan fungsional maupun jabatan struktural, keduanya saling terkait harus saling berkoordinasi dan saling menguatkan," Tutup Gubernur.
(Yosdarson Daeli)