Jumat, 5 Juni 2026

Buka Kegiatan ICC IRS, Dirjen Bimas Kristen Tulung Dapat Dilaksanakan secara Rutin dan Berkesenimbangun

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Sabtu, 15 Juli 2023 | 06:35 WIB
Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung memberikan sambutan dan membuka  secara resmi kegiatan ICCR - IRS, Kupang, Jumat (14/7/2023). Foto Humas Ditjen Bimas Kristen.
Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung memberikan sambutan dan membuka secara resmi kegiatan ICCR - IRS, Kupang, Jumat (14/7/2023). Foto Humas Ditjen Bimas Kristen.

NAWACITApost.com - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia (Jeane Marie Tulung) menyampaikan Opening Speech pada pembukaan Kegiatan The 2nd ICC IRS 2023 dengan host (tuan rumah) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang dan co – host IAKN Toraja dan IAKN Palangkaraya yang dilaksanakan di Hotel Aston, Kupang – Nusa Tenggara Timur Pada Tanggal 13 – 16 Juli 2023 dengan mengangkat Tema “Religion, Education and Arts Studies in Post Humanism Era,” Kupang, Jumat (14/7/2023).

Dalam Opening Speech nya, Dirjen Bimas Kristen mengatakan bahwa ICC IRS yang diselenggarakan hari ini adalah kelanjutan dari ICC IRS di Manado pada Tahun 2019.   Dirjen menjelaskan tentang Tema yang diangkat dalam The 2nd ICC IRS 2023.  Pertama, Religion (Agama).  Post humanism menimbulkan banyak pertanyaan tentang etika manusia. Peran agama menggeser spritualitas baru tentang pemahaman agama dan etika.  Agama dapat berperan dalam masalah etika dan memberikan panduan dalam mengatasi dilematisasi etika.  Kedua, Education (Pendidikan).

Di era pasca humanis, pendidikan perlu mempersiapkan individu untuk menghadapi tantangan karena perkembangan teknologi.  Pendidikan dapat memainkan peran penting dalam memperomosikan dialog dan pemahaman antar perspektif agama dan budaya yang berbeda. Ketiga, Arts (Seni).  Di eras pasca humanis, seni dapat berfungsi sebagai sarana untuk mengeksplorasi hubungan masyarakat.  Seni adalah media ekspresi.  Seni dapat menawarkan dampak teknologi dalam nilai hidup manusia. Seni dapat berkontribusi pada dialog berkelanjutan pada masa depan hidup manusia di era pasca humanis.

 

Dirjen berharap Kegiatan The 2nd ICC IRS ini dapat memberikan beberapa manfaat yakni:

Pertama Pertukaran gagasan dan pengetahuan.  Konferensi The 2nd ICC IRS menyediakan platform bagi kita semua untuk berinteraksi dengan para pakar, peneliti dan cendekiawan dari berbagai dunia.  Kedua, Jejaring dan kolaborasi akademik.  Menghadiri konferensi ini memungkinkan kita membangun koneksi dan jejaring dengan orang – orang yang sama di bidangnya.  Ketiga, Paparan penelitian mutahir.  Konferensi kemungkinan besar menampilkan temuan dan kemajuan terbesar di bidang studi Kristen.

Para sarjana Indonesia dapat memperoleh paparan dan kecenderungan metodologi terbaru.  Keempat, Berbagi pengalaman dan perspektif lokal. Para cendekiawan dapat meningkatkan perspektif pengetahuan mereka.  Ini dapat mendorong pertukaran pengetahuan dan wawasan byang saling mendukung. Kelima, Konferensi The 2nd ICC IRS dapat mencakup loka karya, diskusi panel, workshop pengelola jurnal. Ini dapat meningkatkan keterampilan mereka tentang wawasan.  “Saya berharap ICC IRS diadakan secara rutin dan berkesinambungan pada tahun – tahun mendatang.  Semoga forum ini memberikan wawasan, perspektif yang berharga untuk dialog dan adaptasi di dunia yang semakin berubah” Kata Dirjen.

Di tempat yang sama, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia (H. Zainut Tauhid Sa’adi) yang hadir membuka kegiatan The 2nd ICC IRS, melaunching Program Desa Moderasi dan Pusat Inkubasi Layanan Publik Berbasis Moderasi Agama (Program 10.10) yang merupakan Program Kerja dari Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB