Senin, 13 Juli 2026

Tolak Israel Bermain Bola, Ini yang Dialami Indonesia

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Kamis, 30 Maret 2023 | 16:56 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.com - Keikutsertaan Indonesia untuk menjadi tuan rumah sepak bola piala dunia U-20 tak mudah. Butuh perjuangan dan pengorbanan. FIFA mensyaratkan 250 dokumen. Itupun disanggupi Indonesia dengan menyerahkan dokumen sebanyak itu. Indonesia pun akhirnya mengalahkan Brazil dan Peru, yang diputuskan FIFA dalam sidang resminya di Beijing, 24 Oktober 2019.

Baca Juga : Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Moeldoko Semangati Pemain Timnas Indonesia


Persoalan mulai terjadi. Saat Israel lolos kualifikasi, dan berhak ikut piala dunia U-20 di Indonesia. Gelombang protes penolakan mulai ada ; Dua gubernur (Jawa Tengah dan Bali), sejumlah partai, PA 212, dan beberapa elemen bangsa. Totalnya ada 11 yang menolak Israel datang dan bermain di Indonesia. Padahal di tim sepak bola Israel, ada 3 pemain kunci yang beragama Islam.

-
Israel

Anehnya, Palestina ikut aturan FIFA, memisahkan olahraga dan politik. Padahal pelatih speak bola Palestina, orang Israel.

Ironisnya, pada 20 -24 Maret 2022, negara Israel diizinkan ikut pertemuan Inter-Parliamentary Union (IPU) General Assembly ke-144 di Nusa Dua, Bali. Ada 9 Partai dari Parlemen Senayan yang ikut, termasuk PKS dan Fadli Zon, yang dengan tangan terbuka menyambut Israel.

Lalu, mengapa dalam pertandingan Bola, 11 kelompok dari Indonesia itu menolak Israel hadir? Alasan Israel menjajah Palestina menjadi instrumen atau senjata yang digunakan mereka itu menggagalkan Israel.

Karena adanya penolakan itu, FIFA pun dengan resmi membatalkan pertandingan bola dunia U-20 di Indonesia, kabarnya dialihkan ke negara lain. Indonesia pun dipastikan tak bisa tampil dalam ajang tersebut.

Kabar buruk lainnya. Bulan Agustus 2023, di Bali, Indonesia akan melaksanakan pertandingan olah raga pantai, dipastikan Israel lolos, lalu apakah pertandingan itu, akan mengalami hal sama dengan sepak bola. Yaitu dialihkan ke negara lain.

Efek internal buruk di bola, karena batal menjadi tuan rumah. Liga 1, 2 dan 3 tidak diakui lagi oleh FIFA. Akibatnya 35 ribu pemain bola profesional akan kehilangan pekerjaan. Pemain asing yang merumput di Indonesia akan hengkang ke liga negara lain. Bahkan pemain naturalisasi akan terhenti.

Kemungkinan buruk lainnya, apabila Indonesia mengajukan menjadi tuan rumah olimpiade akan ditolak organisasi olimpiade internasional.

Paling buruk lagi, pemain Indonesia yang bertanding di luar negeri akan mengalami hal yang sama dialami Israel. Kerugian secara material pun dialami Indonesia, 1,3 triliun rupiah lenyap begitu saja.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB