Kamis, 4 Juni 2026

Kelompok Merah Putih Bergerak ke Immanuel Ebenezer : Membela Teroris Bagian dari Teroris dan Pecat Noel dari Komisaris BUMN

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Selasa, 1 Maret 2022 | 11:35 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Ketua relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer biasa disapa Noel yang juga  komisaris independent PT Mega Eltra (anak perusahaan PT Pupuk Indonesia), mengajukan diri menjadi saksi meringankan atau A de Charge untuk eks  Sekretaris Umum FPI, Munarman (kasus terdakwa tindak pidana terorisme), di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, pada Rabu (23/2/2022).

Baca Juga : Dua Terduga Teroris Jamaah Islamiah Ditangkap Densus 88, Ada Apa dengan Sumut?


Alasan Noel, Munarman adalah korban fitnah,  sama dengan yang dialami Presiden Jokowi. Seperti dilansir detiknews, selain itu dirinya punya hubungan perkawanan, sejarah berkawan dengan Munarman, dan ia tak mau Munarman dipenjara seumur hidup atau dihukum mati, katanya di PN Jaktim, Rabu (23/2/2022).

Menanggapi hal tersebut penggiat media sosial, Denny Siregar tak terima jika Noel menyamakan Jokowi dengan Munarman.

“Enak aja sama-samakan Jokowi dengan Munarman. Oi, Noel. Pak Jokowi itu bukan teroris!” tulis Denny dilansir dari twitter pribadinya, Rabu (23/2/2022).

Denny pun berkata, jika menjadi Menteri BUMN sudah memecat Noel sebagai komisaris. Lalu apakah, Menteri BUMN Erick Thohir akan memecat Noel sebagai komisaris Independen di PT Mega Eltra?

Terkait itu pula. Tim Densus  88 tak mungkin asal-asalan menangkap seseorang yang diduga pelaku terorisme, jika tak punya bukti kuat. Ini sama saja dengan tak menghargai kerja keras Tim Densus 88, tegasnya.

Hal lebih keras disampaikan kelompok Merah Putih Bergerak  dengan Korlapnya Marlin Bato dalam tautannya ke instragram immanuelebenzer,  Selasa (1/3/2022). Dengan tiga tuntutan : #EbenezerOutBUMN, #Membela Teroris Bagian Teroris. #Pecat Noel Dari BUMN.

Adapun tiga tuntutan rencananya hari ini (Selasa, 1 Maret 2022), akan disampaikan langsung ke Menteri BUMN di kantornya.

Berkaitan dari tindakan Noel itu, bahwa pelaku terorisme dihampir seluruh negara, telah dinyatakan sebagai musuh bersama dan utama. Serta tak bisa diajak kompromi. Apalagi dibela, yang ada harus  di hukum sesuai dengan apa yang diperbuatnya.

Bahkan, saat pelaku  teroris ditangkap oleh pihak berwenang Amerika Serikat, kala itu. Stasiun TV CNN dan beberapa stasiun lainnya oleh pemerintah Amerika Serikat dilarang mengambil gambar  pelaku terorisme. Alasannya, ditangkap pun pelaku kejahatan luar biasa ini bisa memberikan sinyal dan kode kepada pengikutnya di seluruh dunia yang berpaham ideologi terorisme untuk melakukan aksi kekerasan.

Namun, nasi sudah menjadi bubur.  Jika teroris bertambah subur di Indonesia, maka Noel bagi teroris bisa menyelamatkannya.

Seharusnya Noel sebagai relawan yang pro presiden Jokowi. Untuk tidak menjadi saksi meringankan bagi Munarman. Bukankah Jokowi sudah membubarkan FPI, HTI  dan melarang ormas-ormas berprilaku terorisme untuk berkegiatan di Indonesia.

Hasilnya, terbukti setelah pelarangan itu. Presiden Jokowi mampu melaksanakan pembangunan pro rakyat secara maksimal dan merata serta berkeadilan.

 

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB