NAWACITAPOST.COM – Unggahan video yang memperlihatkan aksi dua wisatawan asal Indonesia di Nara Park, Jepang, menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Aksi tersebut menuai sorotan tajam publik setelah keduanya dituding membiarkan seekor rusa mengunyah selembar kantong plastik di kawasan destinasi wisata ikonik tersebut.
Rekaman tersebut pertama kali diunggah oleh akun warga setempat, @hezumaryuaaa, di platform Threads pada Rabu (7/10/2026).
Dalam video yang telah ditonton lebih dari 300 ribu kali itu, tampak seorang pria paruh baya bersama perempuan berhijab berdiri berdekatan dengan rusa.
Pria dalam rekaman tersebut diduga kuat menyodorkan bungkus plastik ke arah satwa yang dilindungi itu.
Gelombang kritik dari netizen mendorong salah satu wisatawan dalam video tersebut, pemilik akun Threads @gazelle.4843178, memberikan klarifikasi terbuka pada Kamis (8/10/2026).
Ia mengonfirmasi bahwa pria dalam rekaman viral tersebut adalah ayahnya, sekaligus melayangkan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi.
Baca Juga: Buntut Polemik Ucapan 'Enjoy' Kabut Asap Karhutla, Wali Kota Palembang Akui Salah Pilih Kata
“Mohon maaf semuanya atas kegaduhan ini. Tidak ada yang dapat dibenarkan dari tindakan Ayah saya yang membiarkan plastik bungkusan tersebut diambil rusa, maupun reaksi kami yang lamban untuk menarik lagi plastik tersebut,” tulisnya.
Ia membantah tuduhan bahwa keluarganya sengaja memberi makan plastik kepada rusa.
Menurut penjelasannya, sang ayah saat itu sedang memberikan kacang dari kemasan plastik yang dibawanya. Ketika isi kemasan habis, rusa tersebut terus mendekat dan menarik pembungkus plastik yang dipegang ayahnya.
“Saya hanya ingin menegaskan bahwa, tidak ada niat buruk kami untuk memberi makan plastik kepada rusa tersebut,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa insiden memicu perhatian warga lokal yang merekam aksi tersebut secara diam-diam. Keterlambatan membuang plastik terjadi lantaran mereka tengah fokus berinteraksi dan berbincang di lokasi.
“Bapak itu sudah memperhatikan dan memfoto kami diam-diam. Saat kacangnya habis, rusa terus mengikuti ayah saya hingga menarik dan menjilat isi bungkus kacang yang dibawa ayah saya,” terangnya.
Pernyataan tersebut kembali memicu perdebatan di kalangan pengguna media sosial.
Pengelola Nara Park menerapkan aturan ketat bahwa pengunjung hanya diperbolehkan memberi makan rusa menggunakan biskuit khusus (shika senbei) yang dijual resmi di dalam area taman untuk menjaga kesehatan satwa.
Ia mengakui kelalaian pihak keluarga yang tidak mencari informasi terlebih dahulu mengenai tata tertib dan aturan pemberian pakan satwa sebelum berkunjung.
“Ini memang kesalahan kami untuk tidak research terlebih dahulu. Posisi saat itu kami baru turun dari bis dan tidak sadar/melihat bahwa ada pakan khusus rusa yang dijual di daerah tersebut. Apabila kami sadar, tentu kami tidak akan memberi makanan lain,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Yasonna Laoly Peringatkan Bahaya Demokrasi Prosedural: Suara Rakyat Bukan Sekadar Alat Legitimasi Kekuasaan
Garda Depan Asta Cita: Menkeu Suahasil Nazara Pacu APBN Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Terik Siang Menyengat, AC Mobil Mendadak Panas? Ternyata Ini Pemicu Utamanya
Rumah Dinas TNI Digerebek Polisi, KSAD Janji Sikat Anggota yang Terlibat Judi Online
Penggerebekan Rumah Dinas TNI di Cijantung Terkait Dugaan Judi Online, Begini Kronologinya!