Baca Juga: Mediasi Buntu, Oknum Kades ABH Resmi Diseret ke Ranah Hukum atas Dugaan Penipuan Ratusan Juta!
Fase Wawancara dan Respons Sang Ibu:
- Awal Pertanyaan: Konsisten menjawab "Saya tidak tahu" secara dingin.
- Pertengahan: Keterangan mulai berubah-ubah dan mulai mengaku tahu sebagian informasi.
- Puncak Kecurigaan: Ditemukannya aplikasi penerjemah bahasa Korea yang aktif di ponsel sang ibu.
Respons keluarga yang dinilai minim kepanikan, ditambah temuan aplikasi penerjemah tersebut, memicu reaksi keras dari warganet. Mayoritas berspekulasi bahwa ini adalah modus klasik backdoor untuk menjadi pekerja migran ilegal.
Sayembara Nasional: Tangkap Femas, Hadiah Liburan Gratis Satu Keluarga!
Tidak tinggal diam, pihak travel kini menggelar sayembara besar-besaran lewat platform Instagram. Mereka menantang seluruh WNI yang berada di Korea Selatan untuk ikut memburu Femas.
Bagi siapa saja yang berhasil menemukan keberadaan Femas dan melaporkannya ke pihak berwenang di Korea Selatan hingga membuatnya dideportasi pulang, pihak travel menjanjikan hadiah yang tidak main-main:
Hadiah tanda terima kasih: Liburan GRATIS satu keluarga ke Singapura - Malaysia selama 4 hari 3 malam!
Pihak travel juga memberikan pesan menohok bagi seluruh masyarakat agar tidak meniru tindakan memalukan ini. "Kalau memang memiliki cita-cita bekerja di luar negeri, tempuhlah jalur yang resmi," tutupnya.
Artikel Terkait
DPRD Jawa Barat Setujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2025 Menjadi Perda
Siapkan Pemimpin Masa Depan, Pemprov Jabar Integrasikan Sekolah Maung dengan Industri
Pemprov Jabar Lepas 1.147 Mahasiswa Ikuti Program Probidik Gema Jabar, Bantu Guru Mengajar
Perpustakaan Gasibu akan Bertransformasi Menjadi Perpustakaan Digital
Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan