Menteri Transportasi Somalia Mohamed Salad menolak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan, tetapi seorang mantan menteri pertahanan mengatakan kepada Reuters bahwa dia berbicara kepada seorang saksi di lapangan yang mengatakan bahwa pesawat seperti ditembak jatuh.
Mohamed Salad membawa enam orang, yakni pilot, kopilot, insinyur penerbangan dan pilot trainee, serta dua orang yang bekerja untuk maskapai itu.
Salad mengatakan dia mengirim tim untuk menyelidiki jatuhnya pesawat.
Media Somalia yang dikelola pemerintah mengatakan, pesawat itu milik African Express Airways dan sedang mengangkut pasokan untuk digunakan dalam perang melawan virus corona.
"Sebuah pesawat African Express dari Mogadishu terbang ke Baidoa dan kemudian melanjutkan penerbangannya ke kota Bardale tempat pesawat itu jatuh," kata media itu mengutip Reuters, Selasa (5/5/2020). "Tidak jelas mengapa pesawat jatuh."
Abdirashid Abdullahi Mohamed, mantan menteri pertahanan Somalia, mengatakan seorang saksi mengatakan kepadanya bahwa pesawat itu melakukan upaya awal untuk mendarat. Namun kembali terbang karena ada satwa liar di lapangan terbang. Saat itulah satu sayap pesawat tertembak.
Dia memberikan foto-foto yang menunjukkan pesawat terbakar dan memberikan daftar penumpang dengan enam nama. Reuters tidak dapat segera memverifikasi gambar atau mengkonfirmasi nama.
Ethiopia memiliki pasukan di Baidoa dan Bardale sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian Uni Afrika. Juru bicara tentara Ethiopia mengatakan mereka tidak mengetahui kecelakaan itu.
Al-Shabab, kelompok bersenjata yang terkait dengan al-Qaeda melawan pemerintah Somalia, dan memiliki basis di daerah itu dan tidak mau berkomentar terkait kecelakaan pesawat.