Seperti dilansir AFP, Selasa (21/1), sirine meraung usai serangan tiga roket tersebut. Diduga amunisi yang digunakan adalah roket Katyusha.
Amerika Serikat menuduh serangan itu dilakukan oleh milisi yang didukung Iran. Sebab, hal serupa juga terjadi di kawasan pemerintahan dalam beberapa bulan belakangan.
Baca Juga : Pertamina Minta Kemenkeu Kaji Ulang Besaran pajak Produk Dalam Negeri
Sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Pada 8 Januari lalu kawasan pemerintahan di Baghdad juga diserang dua roket.
Diduga hal ini adalah serangan balasan terhadap AS usai membunuh perwira tinggi militer Iran, Jenderal Qasem Soleimani, pada 3 Januari lalu. Selang beberapa hari kemudian, Iran meluncurkan serangan roket yang diarahkan kepada dua pangkalan AS di Irak. Sebanyak 11 orang tentara luka-luka akibat serangan tersebut.