hukum

Pelatihan Abal-abal Berkedok Operator, Ujungnya Jadi Helper Murahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 13:12 WIB

 

NAWACITAPOST.COM – Setelah sebelumnya menjadi sorotan publik di Banyuwangi dan Sidoarjo keberadaan Riau Training Center (RTC) kembali menuai perhatian. Kali ini, lembaga yang mengaku sebagai tempat pelatihan operator alat berat tersebut resmi ditutup sementara oleh Kemenaker RI. Hal ini di perjelas dengan adanya sidak dari Kementrian Tenaga Kerja yang di pimpin langsung oleh Dirjen Wasnaker yang menemukan bahwa Riau Training Center tidak berijin.
Kamis, 18 Juni 2026

Berdasarkan penelusuran awak media, Riau Training Center beroperasi bukan hanya satu nama saja. Melainkan memiliki beberapa nama lembaga yang berkedok pelatihan di beberapa tempat termasuk di Jawa Timur. lokasi yang diklaim sebagai cabang Surabaya, Sidoarjo dan banyuwangi tersebut ternyata beroperasi di sebuah rumah warga yang disewa atau dikontrak. Temuan ini memunculkan pertanyaan mengenai profesionalisme dan kelayakan lembaga dalam menyelenggarakan pelatihan kerja.

Sejumlah mantan peserta mengaku kecewa terhadap program yang ditawarkan. Mereka menilai materi dan prospek pekerjaan yang dijanjikan tidak sesuai dengan harapan saat pertama kali mendaftar.

Salah seorang peserta yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa dirinya berharap memperoleh posisi operator sesuai pelatihan yang diikuti. Namun pada praktiknya, ia justru ditempatkan sebagai tenaga helper di proyek.

“Saya kecewa karena sistemnya juga kontrak dan sekadar disuruh jadi pembantu di tempat proyek. Kami bukan ditempatkan sebagai operator, tetapi hanya sebagai helper, dan kami bukan kontrak dengan perusahaan melainkan dititipkan secara perorangan. "ujarnya kepada awak media.

Menurut pengakuan beberapa peserta, biaya yang mereka keluarkan untuk mengikuti program pelatihan mencapai puluhan juta rupiah. Sementara pekerjaan yang diperoleh setelah pelatihan disebut hanya berada pada kisaran gaji Rp1 juta.

Saat dikonfirmasi, salah seorang petugas RTC membenarkan bahwa penempatan kerja peserta sangat bergantung pada kebutuhan dan keputusan pihak proyek.

“Kalau pihak proyek tidak mau memakai mereka, ya bagaimana lagi. Kami hanya menyalurkan sesuai janji kami,” kata Nikmat petugas RTC saat ditemui awak media.

Dari hasil penelusuran, lembaga bodong yang didirikan oleh David Lumban Tobing atau yang akrab di panggil Tobing diketahui juga mendirikan beberapa lembaga pelatihan lainnya, antara lain:

1.Sumatera Excavator Academy (SEA)
2.Excallink Cartier Agency (ECA)
3.Riau Training Center (RTC)
4.Exca Training Center.

Sementara itu dengan modus operandi yang di lakukan oleh lembaga bodong ini seharusnya APH bergerak cepat untuk melakukan penertiban terhadap praktek ilegal seperti ini

Seorang pejabat Disnaker Sidoarjo berinisial H menyampaikan bahwa apabila ditemukan indikasi pelanggaran atau dugaan tindak pidana, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Nama lembaga ini belum terdaftar di daerah Sidoarjo. Kalau memang ada potensi penipuan, sebaiknya segera dilaporkan kepada aparat penegak hukum agar tidak menimbulkan lebih banyak korban,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RTC maupun pemilik yang disebut dalam pemberitaan belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai keluhan peserta serta pernyataan dari Dinas Tenaga Kerja setempat.

Halaman:

Tags

Terkini