Imam menjelaskan, sejak Patrap (ketua Primkop 2000 s/d 2009) dan Munari (bendahara sekaligus pembuat laporan keuangan neraca & shu 2000 sd 2004) menjadi pengurus, mereka 'diduga' telah merekayasa pembukuan dan laporan keuangan Neraca & SHU, seperti :
1. Defisit 31 desember 1999 sejumlah 457 juta dihapus secara perlahan tanpa alasan yang dibenarkan oleh standart akuntansi indonesia (SAK). Sehingga di neraca 2002 dst tidak tampak adanya defisit.
Baca Juga: Catat! MAKI Jatim Garansi Laporkan Penunggak Dana Primkop UPN Veteran
2. Modal sumbangan P. Paryo (100 jt) dan perusahaan Coca Cola (15 jt tercantum dalam perhitungan Neraca 31 Desember 2000) juga dihapus dari neraca 2001 dst. Dan lagi lagi menyimpang dari aturan standart akuntansi, sehingga di neraca 2002 dst tidak tampak adanya modal sumbangan dari P. Paryo dan Coca Cola.
3. Rekayasa berikutnya adalah dengan memasukan defisit Primkop kepada Piutang anggota. Jumlah piutang/pinjaman anggota kepada Primkop terlihat sangat besar agar Primkop UPN Veteran Jatim terlihat sehat, segar dan bugar.
Padahal dalam jumlah piutang yang sangat besar tersebut terdapat defisit Primkop yang disembunyikan oleh Patrap dan Munari.
Baca Juga: MAKI Jatim Apresiasi Tindakan Humanis Kajari Tanjung Perak dalam Kasus Korupsi Primkop UPN Veteran
“Artinya, sejak 2000 dst Primkop UPN Veteran Jatim itu sudah harus bubar, jika masih beroperasi sudah sangat liar dan melanggar hukum,” sebut Imam Rahman.
Darimana Patrap dan munari bisa membayar biaya operasional Primkop dan membagi SHU setiap tahun kepada anggota ?
Patrap dan Munari selalu menciptakan hutang baru kepada beberapa bank (dengan cara mengajukan daftar kredit anggota palsu kepada beberapa bank), termasuk juga ada uang masuk dari simpanan sukarela anggota baru dan ada uang masuk juga dari simpanan wajib baru per bulan.
Masih kata Imam Rahman, setelah kepengurusan 2009 s/d 2014, pada 2015 kepengurusan diganti oleh ibu Ris dan Yuliatin (Yuliatin Ali Syamsiah, red).
Tanpa disadari ibu Ris dan Yuliatin telah melunasi semua hutang-hutang Patrap dan Munari. Uang untuk melunasi dari hutang bank baru dengan modus yang sama dengan yang dilakukan Patrap dan Munari.
“Strategi Pratap dan Munari dilakukan dan diikuti oleh ibu Ris dan Yuliatin. Mereka tidak sadar atau tidak tahu kalau sejak 2000 Primkop UPN Veteran Jatim sudah tidak bernyawa,” ungkap Imam.
Nah dari hal-hal diatas, Imam menyimpulkan bahwa rekayasa Patrap dan Munari sulit & lama untuk terbongkar, karena :
1. Patrap adalah ketua 2000 sd 2009.