NAWACITApost.com - Dalam kerjasama yang erat antara Masjid Babut Taubah, Lapas Kelas II A Balikpapan, dan Yayasan Darul Itqon, sebuah Dauroh Internasional yang mengangkat tema "Menghidupkan Hati Dengan Al-Quran" sukses digelar. Kegiatan ini mempertemukan narapidana dengan pemimpin rohani dan pendidik Al-Quran, Syeikh Saeb Muhammad Helles Al-Hafidz dari Palestina.
Acara dimulai pukul 11.00 WIB dengan kehadiran Syeikh Saeb Muhammad Helles Al-Hafidz yang menjadi pencerah awal dari perjalanan spiritual yang mendalam. Syeikh ini memberikan inspirasi dan ilmu Al-Quran yang sangat berharga bagi para narapidana yang hadir.
-
Syeikh Saeb Muhammad Helles Al-Hafidz juga memimpin shalat Jumat berjamaah pada pukul 12.00, memberikan ceramah dan pandangan mendalam tentang agama yang memberi inspirasi kepada narapidana yang hadir.
Setelah shalat Jumat, peserta dan narapidana berkumpul untuk makan siang bersama. Makan siang ini bukan hanya suguhan kuliner, tapi juga menjadi momen penting untuk berinteraksi secara informal. Ini adalah bagian dari upaya untuk memperkuat hubungan antara peserta dan narapidana serta memberikan kesempatan bagi narapidana untuk bertanya dan berbagi pengalaman dengan Syeikh.
Pukul 13.30, Syeikh memulai dauroh, yakni sesi pengajaran Al-Qur'an yang sangat mendalam. Sesi ini diikuti dengan ujian sanad Surah Al-Fatihah bagi peserta tahsin level 4, 5, dan 6 yang belum memilikinya.
Shalat Ashar bersama pada pukul 15.00 dipimpin oleh Syaikh dan menjadi momen penting untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengenang kebaikan-kebaikan-Nya.
Kegiatan mencapai puncaknya ketika Syeikh Saeb Muhammad Helles Al-Hafidz kembali ke tempat asalnya setelah shalat Ashar, menandai berakhirnya peringatan Maulid Nabi SAW serta seluruh rangkaian kegiatan yang telah memberikan pengalaman spiritual dan pembelajaran Al-Qur'an yang sangat berharga bagi semua peserta.
Kegiatan ini adalah langkah yang sangat berarti dalam meningkatkan pemahaman Al-Qur'an di kalangan narapidana. Untuk memastikan keberlanjutan dan hasil yang optimal, evaluasi hasil ujian sanad Surah Al-Fatihah akan dilakukan untuk membantu peserta terus memperbaiki pemahaman mereka tentang Al-Qur'an.
Kami juga mempertimbangkan untuk menjadwalkan sesi pengajaran Al-Qur'an secara reguler, memberikan kesempatan bagi narapidana untuk terus meningkatkan pemahaman mereka tentang Al-Qur'an.
Hubungan yang terjalin antara narapidana dan Syeikh Saeb Muhammad Helles Al-Hafidz selama kegiatan makan siang adalah aspek berharga yang perlu dipertahankan. Kami berencana untuk memberikan akses kepada narapidana ke literatur dan bahan bacaan Islam untuk mendukung pembelajaran mereka.
Tindak lanjut yang lebih lanjut adalah menggali potensi kerja sama dengan pihak-pihak terkait, termasuk yayasan dan lembaga pendidikan, untuk memperluas jangkauan kegiatan serupa di masa depan.
Kami berharap bahwa kegiatan ini akan terus memberikan dampak positif dalam pemahaman dan pembelajaran Al-Qur'an di kalangan narapidana. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini.