Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Masuk musim penghujan, jalanan banyak terendam air akibat curah hujan yang tinggi, tak ayal hal itu menelan banyak korban bagi pengendara motor.
Hal itu terjadi seperti lampu merah pertigaan Tugu Botol Kecap Kelurahan Tonjong, Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka.
Berdasarkan hasil pantauan dilokasi menunjukkan, terdapat papan yang bertuliskan 'Hati-hati Jalan Berlubang'. Hal itu menjadi tanda peringatan bagi pengendara yang melintas.
Ketika lampu merah menyala, terlihat banyak pengguna jalan yang memberhentikan kendaraannya jauh sebelum depan tanda lampu merah yang berada di Kecamatan Majalengka menuju Jalan KH Abdul Halim ke arah Panyingkiran hingga Kadipaten.
Saat ditemui, banyak pengguna jalan mengaku terpaksa menghindari jalur itu atau berhenti lebih jauh ke belakang saat lampu merah menyala, demi menghindari genangan dan lubang yang tak terlihat. Mereka menghindari genangan yang cukup dalam agar tidak terjebak atau mengalami kecelakaan.
"Saat hujan, kita nggak bisa lihat lubang-lubang itu. Kadang kalau nggak sadar, ban motor masuk lubang dan nyaris jatuh. Ini sangat membahayakan," ujar Rudi, seorang pengendara yang sering melintas di jalur tersebut, Sabtu (01/02/2025).
Tak hanya pengendara motor, pengemudi mobil pun ikut mengeluh. Mereka harus ekstra waspada agar tidak terperosok atau bahkan mencipratkan air kotor ke pengguna jalan lain.
Akibatnya, lalu lintas di kawasan ini menjadi lebih lambat, terutama dari arah Kecamatan Cigasong menuju Jalan KH Abdul Halim hingga Panyingkiran dan Kadipaten.
Tak hanya itu, banyaknya jalan berlubang yang tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka. Hal itu tak sedikit menelan korban bagi pengendara sepeda motor.
Seperti yang terjadi pada Jumat (31/01/2025) malam, seorang pengguna jalan sepeda motor mengalami kecelakaan diakibatkan adanya jalan berlubang tepatnya di jalan Ligung-Jatiwangi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, belum memberikan respons terkait kejadian tersebut, serta ketika ditanya mengenai kemungkinan pengerahan Unit Reaksi Cepat Tambal Jalan.
"Diketahui bahwa unit tersebut biasanya dikerahkan untuk menangani jalan-jalan berlubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan." pungkasnya.(Defri Ardiansyah).