Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Berdasarkan data dari hasil survey gizi Indonesia, menampilkan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Majalengka masih tinggi diangka 24,1 persen.
Sebagai upaya membantu penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Majalengka, Polres Majalengka Launching Program OTAK SMART (Orang Tua Asuh anaK Stunting agar Menjadi Anak pintaR dan Tangkas).
Hal itu disampaikan oleh Kapolres Majalengka AKBP Indra Novianto, disela kegiatan itu dirinya menyatakan bahwa program tersebut sebagai upaya langkah tepat membantu pemerintah.
"Ya, jadi ini kan ada perintah langsung dari Bapak Kapolri, kemudian langsung jadi atensi dari Bapak Kapolda, Jawa Barat, bahwa polisi harus berperan aktif untuk mencegah stunting," ujar AKBP Indra Novianto, Selasa (15/10/2024).
Program itu lanjut Kapolres, dilaksanakan hasil kerjasama antara institusi Polres Majalengka, Ikatan Dokter Indonesia serta Dinas Kesehatan.
"Nah, kemudian kami breakdown lagi, alhamdulillah kami sudah kerjasama dengan MOU, lalu dengan rekan-rekan IDI dan Dinkes Kabupaten Majalengka, dan kami mempunyai inovasi yaitu Otak Smart, Orang Tua Asu Anak Stunting agar Menjadi Anak pintaR dan Tangkas," ucapnya.
Pelaksanaan program itu sendiri, menurut Kapolres semua pihaknya bergerak memastikan prevalensi stunting di Kabupaten Majalengka alami penurunan.
"Nah, ini artinya dari Polres Majalengka, Baik dari Polres Majalengka, kemudian Kapolsek, dan Bhabinkamtibmas ini turun menjadi Orang Tua Asuh. Nah, nanti berdasarkan data, kami mengambil sampel dulu satu kecamatan," tegasnya.
Sebagai pilot project, Polres Majalengka mengambil sample Kecamatan Sumberjaya. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan, Kecamatan itu menjadi salah satu terbanyak kasus stunting.
"Nah kecamatan yang paling banyak, kami cek, kemudian kami kerjasama dengan IDI, nah nanti hasilnya sebulan, laporannya seperti apa, dua bulan seperti apa, tiga bulan seperti apa. Sementara kita pilot proyek dulu ke Desa Sumberjaya, di sini yang khusus perlu penanganan khusus ada kurang lebih 15-20 orang," jelasnya.
Saat disinggung soal teknis pelaksanaan pendampingan dari program itu, pihaknya menuturkan bahwa mulai dari Polres sampai anggota dilapangan membantu memastikan perkembangan kondisi anak didampingi IDI.
"Oh, kami akan mengecek lewat Bhabinkamtibmas juga, kami juga akan ke lapangan juga, dan didampingi rekan-rekan IDI perkembangannya seperti apa," tuturnya.
Tak hanya memonitor perkembangan pertumbuhan anak, wujud komitmen kepeduliannya, Polres Majalengka juga akan memberikan asupan makanan bergizi.
"Kami akan update selama sebulan.
Harus ada laporan, kami akan turun ke lapangan, dan juga memberikan insya Allah bantuan-bantuan makanan-makanan yang diperlukan, serta vitamin tablet penambah darah," Ungkapnya.