NAWACITAPOST.COM – Ketua Bawaslu Surabaya, Novli Bernardo Tyssen, memberikan klarifikasi resmi pada Jumat malam (27/9/2024), terkait tuduhan penganiayaan dan pengancaman yang dilaporkan oleh kekasihnya, Elly Dianawati Saleh. Dalam pernyataannya, Novli menegaskan bahwa tuduhan tersebut adalah fitnah yang mencemarkan nama baiknya dan berpotensi merusak karier serta kehidupan pribadinya.
“Sehubungan dengan semakin liar dan tidak terkendalinya isu terkait tindak kekerasan yang dituduhkan kepada saya, penting bagi saya untuk memberikan hak jawab ini kepada media dan publik agar permasalahan ini bisa dijelaskan dengan sejelas-jelasnya,” ujar Novli dalam konferensi persnya.
Kronologi Hubungan
Dalam klarifikasinya, Novli memaparkan bahwa hubungannya dengan Elly adalah hubungan antara dua orang dewasa yang tidak terikat pernikahan. "Status saya duda selama 16 tahun, sedangkan Elly adalah seorang janda. Kami berhubungan dengan tujuan serius, yakni pernikahan," jelasnya.
Baca Juga: Demo di Depan Bawaslu Surabaya: Massa Desak Ketua Novli Mundur,
Ia bahkan telah memperkenalkan Elly kepada keluarganya sebagai calon istri. Namun, dalam perjalanan hubungan mereka, Novli mengaku mulai melihat perilaku yang menurutnya tidak sehat, seperti gaya hidup boros dan permintaan uang bulanan sebesar Rp5 juta dan minta sewa apartemen.
"Saya tidak bisa memenuhi kebutuhan tersebut, mengingat penghasilan saya hanya Rp10 juta per bulan, dan saya juga menanggung kebutuhan orang tua dan anak saya," paparnya. Novli menambahkan, setiap kali ia tidak bisa memenuhi kebutuhan Elly, Wanita 46 tahun ini sering kali marah dan mengancam akan menyakiti dirinya sendiri, bahkan pernah mencoba melompat dari apartemen dan meminum racun serangga.
Tuduhan Penganiayaan
Mengenai tuduhan penganiayaan, Novli dengan tegas membantahnya. "Saya tidak pernah melakukan kekerasan kepada Elly. Tuduhan ini tidak benar dan merupakan upaya pembunuhan karakter saya," tegasnya.
Baca Juga: Bimtek untuk Panwascam, Bawaslu Surabaya Siap Hadapi Pilkada 2024
Novli memaparkan kronologi peristiwa yang terjadi pada Kamis, 11 Juli 2024. Malam itu, ia bersama Elly pergi menonton pertandingan sepak bola di sebuah kafe di daerah Tegalsari, Surabaya, atas ajakan temannya. Namun, selama di kafe, Elly mabuk akibat konsumsi alkohol. “Saya berulang kali mengingatkannya untuk berhenti, tapi dia marah dan terus minum," ujarnya.
Saat perjalanan pulang, Elly muntah di mobil, dan ketika tiba di kostnya, ia menolak untuk turun dan mengancam akan bunuh diri jika Novli meninggalkannya. “Dia memukul dirinya sendiri. Saya mencoba menenangkannya, tapi dia tetap marah-marah,” jelas Novli.
Keesokan harinya, Novli mengatakan bahwa ia dan Elly kembali menghabiskan waktu bersama, bahkan makan siang dan menonton bioskop. “Tidak ada masalah di antara kami, tapi tiba-tiba, pada 15 Juli 2024, saya terkejut menerima surat panggilan dari kepolisian terkait laporan penganiayaan dari Elly,” tambahnya.
Visum dan Motif Laporan
Artikel Terkait
Paslon Cawabup 2 Abdul Ghoni Cawabup, Sambut Pilkada 2024 Dengan Semangat Dan Kebersamaan
Kampanye Hari Pertama, PDIP Surabaya Genjot Sosialisasi Eri-Armuji dan Risma-Gus Hans di Pacar Kembang
Tegaskan Pilkada Damai, Firhando Gumelar: Black Campaign Tak Perlu Dibalas, Biarkan Publik Menilai
Armuji Ajak Warga Tambak Dukuh Lawan Kotak Kosong
Armuji Kampanye Maraton, Warga Kenang Sosok Risma
Risma Siapkan Program SMA/SMK dan Sekolah Agama Gratis!
Aliansi Relawan Surabaya: Memilih Kotak Kosong Penting untuk Menjaga Marwah Demokrasi