Jumat, 5 Juni 2026

Di Rapim TNI – Polri, Presiden Jokowi : Jangan Undang Penceramah Radikal

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Rabu, 2 Maret 2022 | 15:34 WIB
Presiden Jokowi (Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi (Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, NAWACITAPOST. COM – Pada sambutan di Rapat Pimpinan (Rapim) TNIPolri di Mabes TNI, CIlangkap Jakarta Timur.  Presiden Jokowi awalnya berbicara tentang demokrasi dan kultur TNI – Polri, Selasa (1/3/2022).

Baca Juga : Kelompok Merah Putih Bergerak ke Immanuel Ebenezer : Membela Teroris Bagian dari Teroris dan Pecat Noel dari Komisaris BUMN


Sambutan lebih menohok dari Jokowi secara tegas, menekankan tentang undangan penceramah harus dikoordinasi oleh kesatuan (TNI -Polri).

Gubernur Jakarta 2012 – 2014 ini, ketika menyampaikan perihal penceramah yang tak menjunjung kemajemukan dan toleransi, serta mungkin cenderung berbau radikali yang diundang keluarga TNI, harus dilakukan penertiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Nggak ada yang namanya bawahan itu merasa bebas, tidak sama dengan atasan, eh nggak boleh... dengan berbicara masalah demokrasi. Tidak ada yang namanya di tentara, di kepolisian, nggak ada. Seperti ini harus mulai dikencangkan lagi, supaya masyarakat itu melihat dan bisa, kita bawa juga ke arah kedisiplinan nasional," ungkap Jokowi seperti dilansir news.detik.com dengan judul : Jokowi Minta TNI-Polri Disiplinkan Keluarga: Jangan Undang Penceramah Radikal.

Pesan Jokowi ke jajaran TNI – Polri ini jelas dan tegas. Sebagai garda terdepan paling utama dalam bidang keamanan negara. Kedua instansi ini tak boleh disusupi oleh kelompok radikal yang masuk melalui para penceramah yang tak menjunjung nilai-nilai Pancasila.

Tiga Matra : Darat, Laut dan Udara melalui kepala Stafnya, langsung merespon pernyataan Presiden Jokowi.

"Kami mengingatkan kepada para pangdam, para danrem, jangan sampai salah salah memilih atau mengundang orang penceramah, yang kemudian orang itu sudah terpapar radikalisme," kata Dudung kepada wartawan di sela rapim TNI AD di Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (2/3/2022).

Hal senada disampaikan KSAL dan KSAU yang akan menindak tegas para jajarannya yang mengundang penceramah radikal.

Soal radikalisme. Jokowi memang tegas, tak main-main, kompromi dengan aliran ini tak ada dalam dirinya.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini