Minggu, 31 Mei 2026

Akibat Melaporkan Dugaan Penggelapan dan Penipuan Beasiswa di Kampusnya ke Polisi, Nurintan Mahasiswi STP Sibolga Akan Didrop Out dan Ayahnya Dipecat   

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Kamis, 23 September 2021 | 16:14 WIB
Sibolga, NAWACITAPOST - Nurintan Lamtuturena Siregar (21) Seorang mahasiswi di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Sibolga sudah melaporkan ke Polisi dugaan penipuan dan penggelapan di Kampusnya ke pihak Polres Sibolga.

Baca Juga : Mencatut Nama Menteri Hukum dan Ham Yasonna H Laoly, Sulaeman Daely dkk, Dilaporkan ke Polisi



Bahkan, Surat Tanda Terima Laporan polisi Nomor : STTPL / 133 / VII / 2021 / SPKT dan Laporan Polisi Nomor : LP / B / 172 / VII /2021 / SPKT / Polres Sibolga / Polda Sumatera Utara, tanggal 8 Juli 2021 sudah didapat.

Menurut  penyidik pembantu di Polres Sibolga,  Aiptu Julius Napitupulu ketika dihubungi nawacitapos melalui sambungan telepon, Kamis (23/9/2021) menjelaskan bahwa kasus tersebut masih tahap lidik.

" Oh itu masih kita lidik, dan belum ada penetapan tersangka. Kita masih mengumpulkan bukti bukti," jawab Aiptu Julius Napitupulu, Kamis (23/9/21).

Menurut Nurintan "Berawal sekitar bulan Desember 2018, kami disuruh untuk mendaftar supaya dapat beasiswa bidik misi. Di awal januari 2019 kami buka rekening saldo awalnya dari Pak Lucien selaku ketua STP Sibolga saat itu. Lalu kami ramai - ramai membuka rekening ke kantor Bank BRI unit Sarudik," tuturnya.

Nurintan menjelaskan bahwa Setelah di cetak buku rekening dan ATM, kemudian mereka disuruh untuk menarik uang untuk Pencairan pertama langsung ke Kantor BRI sebanyak 2 kali penarikan dengan jumlah Rp4 juta.

Anehnya, "Setelah itu uangnya beserta Buku rekening dan ATM kami di tahan pihak sekolah beserta nomor PIN ATM. Setelah itu, sampai sebelum saya melaporkan kasus ini di bulan juli 2021, buku rekening dan ATM serta uang bidik misi kami ditangan pihak kampus," urainya.

Akibat Nurintan melaporkan dugaan kasus ini ke Polres Sibolga, nada-nada ancaman dari pihak kampus berupa kata-kata, akan didrop outkan dari kampus STP, tetapi kalau dipecat dari Kampus belum, jelas anak kedua dari empat bersaudara menceritakan penuturan dua dosennya yang datang ke rumahnya dan saat itu ia ada bersama teman-temannya.

Terkait hal lainnya, Ayahnya yang bekerja di STP Sibolga, dipecat dan tidak boleh bekerja lagi, tutur Nurintan, ketika dihubungi nawacitapost melalui sambungan telepon, Kamis (23/9/2021).

               

Untuk memastikan kebenaran  laporan tersebut, nawacitapost menghubungi Ketua STP Sibolga Dr Lucien Pahala Sitanggang melaui dua nomor yang didapat, Kamis (23/9/2021) pesan dan telepon melalui aplikasi WA tidak direspon alias tidak dijawab.

(Petrus Gulo)

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini