Kamis, 23 Juli 2026

Kelebihan Bayar DKI Berulang Ulang, ICW Diam?

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Jumat, 20 Agustus 2021 | 14:47 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - INI yang terjadi dengan Indonesia Coruption Watch (ICW), menyangkut kelebihan bayar DKI Jakarta berulang-ulang yang dilakukan Gubernur Anies Baswedan, mulutnya terkatub alias diam, mata dan telinga tertutup, serta ruangannya terkunci rapat. 

Baca Juga : Kelebihan Bayar Anies, Dugaannya Hinggap Di Kantong JK? KPK Hati Hati Mengusutnya




Anehnya, begitu menyangkut Kepala Staf Presiden Moeldoko dan anaknya yang kata Indonesia Coruption Watch (ICW) diduga ada kerjasama dengan perusahaan obat covid. Bahkan belum tentu kebenarannya, ICW begitu gencar menuduh mantan panglima TNI itu terlibat dalam bisnis obat tersebut.

ICW dengan lantang dan berani merangkainya, bahwa  ada hubungan antara Moeldoko, anaknya dan pemilik perusahaan obat itu mulai  dari A sampai Z. Namun, ketika Moeldoko melalui pengacaranya Otto Hasibuan untuk membuktikan, ICW  tak bisa berkata apa-apa alias alat bukti yang dituduhkan ICW tak ada.

Terus, soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang mana Novel Baswedan tak lolos TWK, ICW pun ikut komentari yang bukan hak dan wewenangnya. Padahal dalam TWK buat pegawai KPK, melibatkan 4 lem baga negara di luar KPK, dan untuk tesnya pun hanya berkode nomor tanpa nama yang tercantum. Tetap saja ICW menganggap TWK sengaja menyingkirkan penyidik senior KPK.

Jadi bisa diduga, kenapa ICW diam, menyoroti kelebihan bayar DKI. Ternyata Anies sudah tempatkan Novel untuk meredamnya. Tentu tidak gratis, kemungkinan ada sesuatu yang disampaikan Anies ke ICW melalui sepupunya itu.

Kedua Soal itu ICW membuka mata dan telinga. Bahkan menambah penglihatan dan pendengarannya dengan berbagai cara yang didapatkan, entah itu legal dan ilegal. Kita tidak tahu soal itu.

Kini, kelebihan bayar berulang-ulang DKI Jakarta dengan Gubernurnya Anies Baswedan, ICW menutup telinga dan mata. Bahkan, suaranya tak terdengar soal kelebihan bayar DKI. dugaannya kelebihan itu  nyangkut di ICW atau mungkin bisa juga dititipkan pemda DKI untuk diurus oleh ICW.

Yang pasti dan jelas, untuk soal ini, ICW tak mahu tahu alias masa bodoh. Tak peduli orang bilang, yang penting lembaga yang berkantor di daerah Kalibata,Jakarta Selatan itu 'mendapat sesuatu' dari kelebihan bayar tersebut.

 

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Pria Meninggal Mengapung di Sungai Siak

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB