Jumat, 5 Juni 2026

Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sumut Persiapkan Implemantasi Autogate

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Rabu, 22 Mei 2024 | 10:27 WIB
 Kemenkumham Sumut Persiapkan Implemantasi Autogate (Dok. Kumham Sumut)
Kemenkumham Sumut Persiapkan Implemantasi Autogate (Dok. Kumham Sumut)

NAWACITAPOST.COM - Demi meningkatkan pelayanan Keimigrasian di Bandara International Kualanamu (KNO) Medan, Direktorat Jenderal Imigrasi melaksanakan implementasi perangkat Autogate di KNO.

Mempersiapkan implementasi Autogate, Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Sumatera Utara Yan Wely Wiguna menghadiri rapat persiapan implementasi Autogate.

Autogate itu sendiri merupakan sebuah sarana pemeriksaan keimigrasian melalui pintu perlintasan otomatis bagi para setiap warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang akan masuk atau keluar wilayah negara Indonesia. Untuk membuka Autogate diperlukan data biomterik seperti sidik jari serta paspor.

Dalam kesempatannya, Yan Wely menyampaikan bahwa implementasi Autogate telah dilaksanakan di Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta dan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai. “Pengadaan Autogate di KNO dilaksanakan berbarengan dengan Bandar Udara Juanda di Surabaya. Harapannya, khusus di KNO jumlah Autogate dapat ditambah dari rencana semula, karena kepadatan penumpang yang cukup sering terjadi.” kata Yan Wely di Ruang Rapat Terminal Kedatangan Bandara International Kualanamu Medan (Selasa, 21/5/24).

Baca Juga: Kepala Rutan Balikpapan Dorong Optimalisasi Kinerja Operator Sistem Database Pemasyarakatan

Implementasi Autogate akan menjawab kebutuhan transnational security yang berbasis IT. Direncanakan akan disediakan 20 unit Autogate untuk KNO (14 unit kedatangan dan 6 unit keberangkatan). Dengan proses dibawah 20 detik / penumpang setiap unit gate. Tantangannya adalah kemampuan masyarakat dalam menggunakan mesin Autogate.

Dengan implementasi perangkat Autogate, diharapkan dapat menghilangkan antrian di terminal kedatangan dan keberangkatan. Selanjutnya diperlukan sosialisasi ke masyarakat khususnya masyarakat Sumatera Utara mengingat culture atau budaya yang berbeda-beda.

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini