Semarang, NAWACITA – Perolehan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Kementerian Hukum dan HAM selama empat kali berturut-turut tentu tidak diraih begitu saja dengan mudah. Penyusunan laporan keuangan yang baik, akuntabel dan transparan menjadi penentu diraihnya predikat prestisius tersebut. Peran operator dalam hal ini menjadi krusial. Menyadari pentingnya hal tersebut dan guna mendukung penyusunan laporan yang lebih berkualitas dari waktu ke waktu, Kanwil Jawa Tengah menggelar kegiatan Rekonsiliasi dan Penyusunan Laporan Keuangan & BMN Semester I Tahun 2019, Senin (8/7) lalu.
Kegiatan yang direncanakan akan berlangsung selama 3 hari, dimulai tanggal 8 s.d 10 Juli 2019, diikuti 136 peserta yang terdiri dari operator SAIBA dan SIMAK BMN. Kepala Kantor Wilayah, Sutrisman membuka secara resmi kegiatan yang dilangsungkan di Aula Lantai 3. Hadir dalam pembukaan, Kadiv Keimigrasian, Ramli H.S, Kadiv Yankumham, Rr. Sri Widyaningsih dan Plh. Kadiv Administrasi, Mutia Farida, Pejabat Administrator dan Pengawas Kantor Wilayah.
Saat mengawali sambutan, Kakanwil kembali menyinggung predikat Terbaik I yang diperoleh Kanwil Jawa Tengah dalam pengelolaan dan penyusunan laporan keuangan Tahun Anggaran 2018 belum lama ini.
“Kedepan tentu akan menjadi tugas yang tidak ringan bagi kita agar dapat mempertahankan prestasi ini, “ ucapnya.
Dua hal menjadi atensi Sutrisman selanjutnya dalam rekonsiliasi penyusunan laporan keuangan semester I.
Kedua hal tersebut yakni penerapan rekonsiliasi berbasis elektronik dan pendampingan Ditjen Perbendaharaan dengan sistem pembahasan dan penelaahan laporan keuangan secara bersama.
“Pengumpulan data berbentuk file softcopy, ini akan mengarah pada era paperless,” jelasnya.
Sementara berkaitan dengan pembahasan dan penelaahan secara bersama, hal ini bertujuan agar petugas SAIBA/SIMAK-BMN dapat memahami proses, membaca laporan keuangan dan melakukan analisa atas hasil rekonsiliasi pada aplikasi e-rekon.
Sebelum mengakhiri sambutan, 4 poin penting disampaikan Kakanwil yakni ketepatan dalam mengupload data e rekon, kepatuhan terhadap ketentuan penyusunan laporan keuangan sesuai standar akuntansi pemerintah, dan keaktifan dalam mengikuti perubahan teknologi penyusunan laporan serta sharing ilmu kepada generasi berikutnya.
Kegiatan hari pertama diikuti 46 peserta dari 23 UPT Eks Karisidenan Semarang dan Surakarta. Hadir sebagai narasumber Kabag Keuangan Ditjen Pemasyarakatan, Kabag BMN Ditjen AHH. Selain itu, Tim Pendamping dari Itjen, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Jateng, serta Kanwil Ditjen Kekayaan Negara Jawa Tengah dan DIY dihadirkan guna memberi pendampingan dan penguatan kepada peserta.