Kamis, 4 Juni 2026

Dukung Olahraga Kempo, Kanwil Kemenkumham NTB Lakukan Perjanjian Kerjasama Dengan Federasi Kempo Indonesia

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Senin, 26 Februari 2024 | 16:09 WIB
Kemenkumham NTB Lakukan Perjanjian Kerjasama
Kemenkumham NTB Lakukan Perjanjian Kerjasama

NAWACITAPOST.COM -  Olahraga Kempo merupakan teknik bela diri yang menurut pengamatan saya, sangat dibutuhkan oleh setiap petugas permasyarakatan, petugas imigrasi yang dapat digunakan sebagai tameng perlindungan diri pada saat bertugas," ungkap Kakanwil Kemenkumham NTB Parlindungan.

Hal tersebut diungkapkan Parlindungan pada giat penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan FKI (Federasi Kempo Indonesia) di aula Kanwil Kemenkumham NTB, Senin (26/2).

Kerjasama yang akan dilaksanakan kedepannya adalah berupa bimbingan teknis dan pelatihan kempo bagi pegawai Kemenkumham NTB.

Baca Juga: Kanwil Kemenkumham NTB Borong Penghargaan Dalam Acara Puncak Peringatan Hari Bhakti BSK Kumham

"Untuk diketahui bahwa Ketua Federasi Kempo Nasional adalah bapak Menkumham, Prof. Yassona H. Laoly.

Beliau juga mendorong setiap satuan kerja Permasyarakatan dan Imigrasi untuk menjadikan olahraga Kempo ini menjadi olahraga yang di kembangkan disetiap unit pelaksana teknis, karena prakteknya bisa diterapkan dalam pelaksanan tugas sehari-hari," imbuh Parlindungan.

Sedangkan One Moh Amirullah selaku Ketua Federasi Kempo Indonesia di NTB mengungkapkan apresiasinya pada Kanwil Kemenkumham NTB yang bersedia mendukung olahraga Kempo ini.

Baca Juga: Terima Kunjungan Kanwil Kemenkumham Jateng, Kanwil Kemenkumham NTB Ungkap Strategi Keimgrasian Pada Event Internasional

"Olahraga Kempo dengan ilmu yang dikenal dengan Shorinji Kempo sudah memiliki 28 pengurus provinsi di Indonesia. Kempo sendiri memiliki sejarah yang panjang, serta merupakan bentuk bela diri yang tepat khususnya bagi pegawai Lapas, Rutan maupun Imigrasi," pungkas One.

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini