Kamis, 4 Juni 2026

Pasca-kerusuhan, Ratusan Napi Rutan Siak Dipindahkan dengan Ke Lapas Pekanbaru

Photo Author
Administrator, Nawacita Post
- Senin, 13 Mei 2019 | 11:17 WIB
Jakarta, NAWACITA - Pasca- kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Pekanbaru, Sabtu (11/5/2019) dini hari sejumlah bangunan Rutan rusak karena terbakar. Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto menyatakan hingga Sabtu malam, jumlah tahanan yang kabur atau yang belum ditemukan berjumlah 14 orang dari total 36 orang narapidana. Sedangkan untuk data dan identitasnya masih belum diketahui karena sejumlah file tahanan ikut terbakar. "Total dari jumlah tahanan di Rutan kelas IIB Siak sebanyak 648 orang. Laki-laki dewasa sebanyak 610 orang dan laki-laki anak 12 orang. Sedangkan jumlah yang perempuan berjumlah 26 orang," jelas Narto.

Kalapas Pekanbaru Yulius Sahruzah, yang ditemui menyampaikan bahwa sebenarnya Lapas Pekanbaru juga sudah over kapasitas. Beliau menerangkan, sebelum menerima pindahan napi Rutan Siak ini, Lapas Pekanbaru sudah dihuni sebanyak 1696 orang warga binaan, dari total kapasitasnya sebesar 771 orang.

“Karena kondisi bangunan Rutan Siak yang tak memungkin lagi dihuni dari sisi keamanan, kami siap menampung napi pindahan ini,” ucap Kalapas. Kalapas menambahkan sebanyak 113 napi akan ditempatkan di Blok G, 15 napi di Blok Mapenaling, serta ada 3 napi yang ternyata setelah diperiksa tim kesehatan lapas, kondisinya masih lemah pasca operasi, kami tempatkan di Blok A pada kamar khusus perawatan.

Dampak dari bertambahnya penghuni lapas, tampak 9 petugas Rutan Siak ikut bertugas di Lapas Pekanbaru untuk menambah kekuatan regu jaga.

Sementara itu, pada pukul 06.00 WIB pagi (12/5), Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Sri Puguh Budi Utami, langsung memonitor kondisi Lapas Pekanbaru setelah menerima napi pindahan tersebut.

Didampingi Kalapas Pekanbaru, Dirjenpas mengecek kesiapan sarana dan prasana lapas satu persatu. Pengecekan diawali dengan memantau kondisi bangunan lapas, ketersediaan alat-alat keamanan, dan persiapan terhadap layanan makanan bagi warga binaan.

Dirjenpas berpesan agar petugas menjaga sikap dalam melayani napi, tidak arogan, dan tetap profesional dalam bertugas. “Mari kita ambil hikmahnya atas peristiwa yang terjadi di Rutan Siak,” ucap wanita pertama yang dipercaya memimpin pemasyarakatan ini.

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini