NAWACITAPOST.COM – MAKI Jatim menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi pengelolaan dana oleh MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Malang. Dalam pertemuan langsung dengan MKKS Kabupaten Malang, MAKI Jatim memberikan ultimatum agar MKKS kembali ke tugas pokok dan fungsinya sebagai wadah komunikasi, bukan sebagai lembaga yang mengelola keuangan.
Heru MAKI bersama jajarannya langsung turun ke Malang untuk menemui perwakilan MKKS Kabupaten Malang guna mengklarifikasi dugaan adanya iuran yang dikumpulkan dari kepala sekolah. Ketua MKKS SMA dan SMK Negeri Kabupaten Malang yang hadir dalam pertemuan tersebut mengakui bahwa iuran tersebut dikumpulkan untuk kebutuhan kegiatan bersama antar kepala sekolah.
Namun, Heru MAKI dengan tegas menolak praktik tersebut. Ia menegaskan bahwa MKKS bukan lembaga formal yang memiliki landasan hukum dalam SK Gubernur maupun Permendikbud, sehingga tidak berhak mengelola dana atau menarik iuran dalam bentuk apapun.
Baca Juga: Kepedulian di Bulan Ramadhan, MAKI Jatim Salurkan Takjil untuk Masyarakat
"MKKS ini hanya wadah komunikasi, bukan lembaga keuangan. Jika ada iuran, pasti akan menimbulkan pertanyaan: dari mana dana tersebut berasal, bagaimana pengelolaannya, dan apakah tidak mengarah ke pungutan liar? Kami tegaskan, MKKS harus kembali ke fungsinya, bukan mengelola anggaran!" tegas Heru MAKI.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Ibu Emma, juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya iuran yang dikumpulkan MKKS. Ia mendukung penuh langkah MAKI Jatim untuk mengembalikan MKKS ke fungsi semula sebagai jembatan informasi tanpa ada embel-embel pengelolaan dana.
"Saya tidak pernah mengetahui adanya iuran ini. Saya sepakat dengan MAKI Jatim, MKKS harus fokus pada komunikasi dan koordinasi, bukan keuangan!" ujar Ibu Emma.
Baca Juga: Miliaran Rupiah Mengalir ke MKKS Malang: MAKI Jatim Siap Laporkan ke Kejaksaan!
Ketua MKKS SMK Kabupaten Malang, Pak Sugeng, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menyatakan kesiapannya untuk menghentikan pengelolaan dana MKKS dan mengembalikan peran MKKS sebagai jembatan informasi. Hal yang sama juga ditegaskan oleh Ketua MKKS SMA Kabupaten Malang.
Dalam kesempatan itu, Ibu Emma juga menepis narasi yang menyebut dirinya selalu meminta sesuatu saat melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah. Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut murni dalam rangka monitoring dan evaluasi, dan semua biaya yang dikeluarkan berasal dari kantong pribadinya.
"Saya datang ke sekolah-sekolah untuk menjalankan tugas. Tidak ada yang namanya meminta sesuatu. Kalau tidak percaya, silakan tanya langsung ke kepala sekolah!" tegasnya.
Baca Juga: Sengketa Rumah Jl. Dr. Soetomo 55 Surabaya, GRIB Jaya Serukan Perlawanan Mafia Tanah dan Peradilan
Heru MAKI justru memberikan apresiasi kepada Ibu Emma yang dinilainya memiliki dedikasi tinggi dalam mengawal dunia pendidikan di Jawa Timur.
"Ibu Emma ini orangnya ceplas-ceplos, tapi hatinya baik. Dedikasinya terhadap dunia pendidikan sangat tinggi. Lihat saja hari ini, meski saya hanya meminta bertemu Ketua MKKS, beliau tetap hadir untuk mendampingi mereka. Ini contoh pejabat yang patut jadi panutan!" ujar Heru MAKI.